Semangat tiba-tiba lenyap. Tatapan sayu dan tak tentu arah. Air mata mengering membuat siapa pun iba jika melihatnya. Kakinya melangkah pelan menyusuri jalanan terjal. Ditemani dengan langit jingga, kesedihan masih bersemayam. Tak peduli dengan alam sekitar dan penghuninya. Sakit hati membuatnya larut dalam bara kesedihan yang berkepanjangan. Mencintai terlalu dalam dan berakhir sebelum sempat memiliki. Seakan dipermainkan dengan takdir, hatinya hancur berkeping-keping. Gadis tersebut melangkah gontai memasuki rumahnya. Dia benar-benar dalam keadaan rapuh. Seketika menangis, lalu kembali lagi terdiam. Begitu sejak sepulangnya dari rumah Binar sampai rumahnya sendiri. Binar sungguh menorehkan luka yang teramat dalam— yang sepertinya juga akan sulit disembuhkan. Perkataan Binar tadi pun se

