Roland berkali-kali menekan bel apartemen Pink. Sejumlah itu pula ia diabaikan. Roland berdiri tepat di depan kamera yang terhubung dengan layar di dalam apartemen. "Pink ...," gumamnya pada kamera itu. "Aku tahu kamu ada di sana, bergeming di belakang pintu, menatapku di dalam layar. Kenapa kamu nggak mau bukain pintu? Atha pasti ngomong sesuatu sama kamu, kan?" Seperti yang diduga oleh Roland, Pink memang ada di sana. Tengah menatap Roland dalam layar, sembari sesekali terisak. Pasti Atha sudah melancarkan aksi. Pasti ia sudah tahu bahwa olimpiade itu dimajukan. Dan Pink sebenarnya juga tahu Atha lah yang terlibat, bukannya Nares. "Pink ... aku kecewa banget!" lanjut Roland. "Kamu pasti udah tahu fakta di balik olimpiade internasional itu, kan? Tapi kenapa kamu nggak b

