Keinarra Love Story - 29

2066 Kata

Suara ketukan pintu dan ucapan salam terdengar beberapa kali. Indah yang sedang rebahan di kasur lantai depan tv, meluruhkan sejenak rasa magernya untuk bangkit dari posisi yang membuatnya enggan beranjak sejak tadi. Hari minggu adalah jadwal leha-lehanya. Tapi tentu saja, bukan berarti tak melakukan aktivitas apa pun selain rebahan sejak membuka mata dan menemukan matahari mulai menjulang gagah di atas langit. Setelah membantu sang bunda membereskan rumah, baru dia bersantai. Menyeret langkah sembari membenahi rambutnya yang kusut masai dengan jari. Remaja itu membukakan pintu dan menjawab salam, dari tamu yang kini tampak berdiri di depannya dengan sebuah bingkisan yang berada di tangan. Bibir terpoles lipstik merah begitu terang, merekahkan senyuman lebar, hingga memperlihatkan deretan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN