Dengan posisi telentang, Kei menatap nyalang langit-langit kamarnya. Nyaris satu jam, tapi kantuk tak juga datang untuk menyeretnya ke alam mimpi. Sementara kepalanya tengah penuh oleh hal-hal yang sebenarnya tak mau Kei pikirkan. Astaga ... Apa yang harus Kei lakukan? Apa iya, harus memakai Vacum Cleaner untuk menyedot semua yang kini berjejal di kepala? Andai ada alat seperti itu, tapi bukan debu yang dibersihkan. Tapi juga masalah hidup. Ck! Lihat? Kei makin melantur kemana-mana. Bangkit dari posisi berbaringnya menjadi duduk. Kei menyugar rambut panjangnya yang sudah kusut masai karena terus-menerus diacak-acak olehnya. Meraih ponsel yang tergeletak di atas meja nakas samping tempat tidur. Kei menggulir layar dengan cepat, tapi ibu jarinya segera terhenti pada deretan nomor yang m

