Gaun merah tanpa lengan yang panjangnya hingga mata kaki, dengan belahan di samping yang mencapai betis, membalut tubuh ramping Kei dengan sempurna. Rambut coklat panjangnya tak tergerai seperti biasa. Tapi dibentuk menjadi sanggul sederhana yang tetap membuatnya tampak memesona. Terlebih, hal itu berhasil memperlihatkan leher jenjangnya yang sedari tadi diperhatikan oleh lawan bicaranya. Oh, atau hanya pria itu yang bicara? sibuk berceloteh ini dan itu. Membuat pendengaran Kei terusik, karena nyaris lima belas menit mereka duduk satu meja, Kei lebih banyak bungkam. Pria yang merupakan teman semasa kuliah dan dikenal playboy itu terus menceritakan semua keunggulan yang dimilikinya. Seolah hal itu bisa memancing kekaguman Kei padanya. Tapi tentu saja tidak. "Dan aku baru saja membeli mansi

