Nasi yang baru saja terdorong ke dalam tenggorokannya, bak kerikil yang menyulitkan Indah untuk menelan makan siangnya. Nasi goreng seafood yang dibelikan sang Abang, tak lagi menggugah selera. Semua terasa hambar. Terlebih, raut muram Abangnya membuat Indah kian teremas rasa sedih. Semua masalah harus ditimpakan pada kedua pundak yang biasanya kokoh, kini tampak lunglai. Dia merasa bersalah, karena tak bisa mengurangi sedikit pun yang harus diemban sang Abang. Justru, dia menjadi salah satu beban itu sendiri. "Kenapa? Pedas?" Suara Adhi yang tiba-tiba mengudara, berhasil menyentak Indah yang sedari tadi memperhatikan dalam bungkam. Adhi mengerutkan kening saat melihat Indah yang cukup lama terdiam dan tak melanjutkan makan. Biasanya, itu dilakukan jika Indah tengah menyantap makanan ya

