Adhi s****n! Brengsek! Akh! Dia benar-benar b******k dan s****n! Membanting tas kearah sembarangan, membayangkan itu adalah tubuh Adhi yang membuatnya kesal setengah mati. Kei melemparkan diri ke atas tempat tidur. Napasnya memburu, seolah baru saja berlari maraton. Dengan mata yang menatap nyalang langit-langit kamar. Ini bukan kali pertama Kei diperlakukan menyedihkan oleh pria itu. Tapi kenapa dia tak juga berhenti? Astaga ... Harga dirinya benar-benar terkoyak tanpa ampun. Di babat habis oleh semua kata-kata kejam seorang Adhitama Pradana. "AAAAA ... b******k!" Merubah posisinya yang tadi terlentang menjadi duduk dan bersila di atas tempat tidur. Kei menyugar rambut panjangnya yang sudah kusut masai. Tubuhnya bahkan terasa lengket dan kegerahan. Entah karena pendingin ruangan dik

