"Abang, Bunda masuk rumah sakit." Suara yang sangat familiar di pendengarannya itu berhasil membuat Adhi mematung. Bagaimana bisa? Bukankah Randi bilang jika yang menelponnya adalah Kei. Tapi kenapa suara adiknya yang kini tertangkap pendengarannya? Dan, apa tadi yang Indah bilang? Bunda ... Masuk rumah sakit? Berita itu menghantamnya secara telak. Jauh menyakitkan dari semua luka-luka ditubuhnya. Randi yang sedari tadi meletakan atensi pada Adhi, ikut tercubit rasa penasaran. Melihat wajah sahabatnya yang tampak pucat dan penuh ke khawatiran. Ada banyak pertanyaan yang bercokol di kepala. Tapi berusaha untuk menahan diri. Bukan saatnya merecoki Adhi yang kian kacau. Setelah perbincangan yang berhasil Randi curi dengar. Ia bisa menyimpulkan jika Adhi berbicara dengan Indah. Adik k

