Nyaris sepuluh menit mereka duduk berdampingan di sebuah kursi taman dengan pencahayaan yang temaram. Tak ada pengunjung lain yang berada di sana. Membuat keduanya memutuskan untuk berbicara di tempat ini, agar tak ada yang mengusik, termasuk suara bising dari orang lain. Sayangnya, keinginan untuk membicarakan banyak hal. Tiba-tiba terkubur begitu saja. Tiap menit yang sudah terlewat, dibiarkan berlalu, tanpa ada satu kata pun yang berhasil tercuri keluar dari bibir masing-masing. Elaan napas panjang Adhi, membuat Ratih yang sedari tadi menunduk, mengamati kuku jarinya yang berkuteks merah muda. Akhirnya mengangkat wajah, dan meneguk ludah kelu saat netra miliknya bersirobok dengan sang kekasih. "Mas," panggilnya yang nyaris seperti sebuah bisikan. Adhi meraih salah satu tangan Ratih

