Seminggu berlalu tanpa saling mengabari, Freya berhasil meringankan rasa sakitnya dengan menyibukkan diri, kini dia harus menghadiri sidang perdana kasusnya dengan Danu. Dia berharap semua akan baik-baik saja. Matahari sudah mulai meninggi. Aksa berdiri di depan gedung pengadilan. Dia masih menunggu Freya. “Pagi,” sapa Freya pada beberapa petugas pengadilan. Aksa merasa hangat melihat Freya. Namun, hangat itu berubah panas kala Randy mengiringi derap langkah Freya. Aksa termangu menatap gadis itu yang terlihat cantik dan segar dengan balutan tunik biru muda dan celana jeans. “Pagi, Fay.” Jantung Aksa berdegup merdu. Freya mematung karena tiba-tiba Aksa ada di depannya. Bibirnya bergerak pelan menjawab sapaan Aksa. “Pagi.” “Apa kabar Fey?” Haruskah Freya katakan bahwa awalnya dia

