56. Sosok hitam

1375 Kata

Malam kian larut. Tapi Jaka tak kunjung juga memejamkan matanya. Rasa khawatir dominan dan menggerogoti sisi hati Jaka. Lelaki itu tidur menyamping memperhatikan wajah Puspa yang kini tidur sangat damai sekali. Jaka menarik istrinya itu agar berada di dalam pelukannya. Jaka berulang kali memejamkan mata dengan helaan napas yang tidak teratur. Menelisik penjuru kamarnya ini. Semakin Jaka membiarkan semakin menjadi pula orang itu. Netra mata Jaka tak sengaja menatap bayangan seseorang seperti baru saja melewati pintu kamar mereka. Di cahaya remang begini, bayangan itu kurang jelas di lihat. Apalagi di kamar ini hanya lampu tidur yang menyala. Lagi pula di lantai dua hanya ada satu kamar. Yaitu kamar mereka saja. Untuk kamar tamu ada dua di bawah sana. Rahang Jaka mengeras ketika kenop pint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN