"Suami saya nggak apa-apa kan dok?" "Pasien tidak apa-apa. Cuman luka di bahunya sangat dalam dan itu membuat infeksi dari lukanya. Sehingga pasien jatuh pingsan karena tidak di bawa ke dokter dari awal. Makanya dia jatuh pingsan." jelas dokter dengan kacamata yang bertengger di antara mata dan batang hidungnya. Puspa mempersilahkan dokter dan suster tersebut keluar dari ruang inap Jaka. Wanita itu menghela napas melihat Jaka yang kini tertidur di ranjang pesakitan. Wanita itu mendekati suaminya dengan rasa sesak yang mendomin. Puspa menangkup tangan Jaka yang terbebas dari infus. "Bangun mas jangan buat aku cemas begini. Sudah dua kali kamu begini lho." lirih Puspa tak kuasa melihat suaminya kembali masuk rumah sakit padahal baru saja keluar. Pintu ruang inap Jaka di buka. Kaira masuk

