Puspa sudah di bawa turun ke bawah sama bunda. Sementara itu Jaka dengan pengawal dan ayah masih di dalam kamar Jaka. Mata Jaka meneliti pecahan kaca yang berhamburan. Menghela kasar apa maksud si pelaku ini sebenarnya? "Tuan." Itu suara pengawal yang di kirim sama Eko tadi. "Ini saya dapat kertas ini di gulung bersamaan dengan batu yang di lemparkan ke sini." jelasnya memberikan kertas tersebut. Jaka dengan mata telanjangnya membawa deretan kalimat tertera di sana. 'Dekat merasa jauh. Jauh merasa dekat.' Begitulah deretan kalimat yang Jaka baca. Keningnya berkerut karena memahami kalimat tersebut. Sulaiman ikut bingung membacanya. "Sejak kapan kalian di teror begini?" tanya Sulaiman. Jaka menatap ayah mertuanya. "Sejak Jaka kecelakaan yah." balasnya lirih. Yang ia khawatir jan sekar

