"Ih, diem dulu kenapa sih!" Lala langsung mengatupkan bibirnya. Memilih mengikuti apa yang di lakukan Sani. Kedua anak remaja itu mengernyit secara bersamaan. "Astaghfirullah telinga gue ternodai." ucap Sani dramatis, Lala jadi memukul bahu cowok itu. "Lebay lo!" ketus Lala. "Udah mending kita pergi dari sini! Nggak baik tahu dengerin orang pas lagi nganu." ujar Lala sok bijak tapi telinganya masih menempel di daun pintu. Sani menggaruk tengkuknya. "Kalau kita nganu boleh nggak sih?" sungguh pertanyaan b**o. "Boleh." jawab Lala masih serius mendengar kejadian di dalam sana. Sementara Sani matanya berbinar-binar, tapi langsung cemberut saat mendengar kelanjutan kata Lala. "Kalau sudah sah." "Yah ...." dengus Sani, bahunya menurun jadinya. Lala jadi terdiam sebentar, setelah menginga

