47. Momen

1295 Kata

Malam sudah berganti dan kini pagi sudah menyapa. Masih di tempat tidurnya, Puspa senantiasa diam dan menatap wajah Jaka yang masih terlelap. Suaminya pasti kecapekan karena perjalanan dari kota ke kampung. Apalagi pertempuran mereka tadi malam. Aish, Puspa malu ingatnya. Puspa tersenyum kala mata Jaka muali terbuka. Lelaki itu berkerut samar memandang Puspa yang kian menatapnya dalam. "Pagi." sapa Puspa riang. Sementara Jaka masih mengerjap beberapa kali. "Pagi," balasnya. Membiarkan Puspa merapatkan tubuh mereka, wanita itu memeluknya erat. Seperti tadi malam. Kepala Puspa pun kini bersandar di d**a bidang Jaka. "Aku kira kemarin malam itu cuman mimpi." Gumam Puspa pelan. Jaka tersenyum sekilas, mengecup puncak kepala Puspa. "Buktinya nggak mimpi kan?" tanya Jaka. Dan Puspa pun tentu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN