Motor besar di naiki sepasang kekasih itu berhenti tepat di depan gerbang rumah si cewek. Lala selaku pacar dari Sani pun turun dari motor sang pacar. Memberikan helm ke Sani kemudian merapikan anak rambutnya sendiri. "Nggak mampir dulu?" tanya Lala menawarkan. Sani melongok ke depan rumah Lala. Menelan ludahnya gugup kentara melihat mobil hitam terparkir di sana. Mobil Papa Lala alias camernya. "Nanti aja deh, kayaknya Papa kamu ada di rumah." tolak Sani tidak enak. Lala terbahak memukul bahu Sani kuat. "Badan aja yang gede tapi hadapi calon mertua aja nggak berani." Lala meledek sang pacar. Wajah Sani langsung masam seketika. Bukan kenapa kalau dia ketemu sama Papa si Lala yang badannya lebih gede dua kali lipat dari badannya yang segini aja. Meski ototnya terpampang jelas di balik se

