9. Keadaan

1183 Kata

Suara petir yang menggema di atas langit, mampu membangunkan Puspa dari tidurnya. Wanita itu meringsut ketakutan. Memeluk kuat guling yang ad ada di tengah-tengah tempat tidur. Menatap nanar kearah punggung Jaka. Lelaki itu tidur memunggungi nya. Seandainya Jaka tau, Puspa itu sangat anti sama petir. Mau selelap apapun Puspa tidur kalau petir ada dia akan tetap terbangun juga. Tak terasa air matanya mengalir saat suara petir semakin keras bersamaan lampu mati. Sementara di luar sana, hujan begitu turun dengan derasnya. Di keadaan seperti ini, Puspa pun jadi teringat dengan Pipit. Sahabat nya itu akan memeluk dia di kala hujan turun bersamaan suara petir menguar dari langit. Waktu itu, Pipit berujar seperti ini. "Gak apa-apa. Gak usah takut, ada aku di sini." Pipit adalah sosok kakak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN