"Nanti kalau ada barang yang nggak bisa kamu cari, telepon aku aja mas." Puspa menyibukkan dirinya dengan membenahi tas Jaka. "Terus, jangan lupa makan. Pil dari dokter Wahyu nanti di minum, bahan dapur sudah aku isi semua kamu bisa masak yang kamu mau mas." Wanita itu menutup ransel milik Jaka. Menghela napas sebentar, membawakan tas Jaka hingga keluar dari kamar. Jaka hanya bungkam sedari tadi, menjawab pertanyaan dari Ayah mertuanya seada saja. Dalam diam dia memasukkan suap demi suap nasi ke mulutnya. Tidak sengaja melirik Puspa yang kini termenung dengan mengaduk makanannya seperti tidak minat. "Jangan di mainin nasi kamu, nggak baik." ujar Jaka, melihat Puspa yang kini seperti tersentak karena ucapannya. "Iya, mas." Makan siang berjalan dengan lancar. Setelah pagi tadi menyambang

