Dua bulan kemudian.... Matanya berkaca-kaca serta tangannya bergetar menggendong bayi yang baru saja di bersihkan dan di bedong dengan kain. Bibir Jaka mulai terbuka mulai melantunkan azan tepat di telinga si bayi. Jaka menghapus jejak air matanya yabg ada di sudut mata. Kemudian berjalan menghampiri Puspa yang kini berbaring lemah di sana dengan jarum infus yang sudah tertanam di tangannya. "Anak kita cewek, dek." Jaka meletakkan bayinya tepat di samping Puspa. "Kasih nama siapa?" tanya Jaka mengingat selama ini mereka belum memikirkan nama untuk bayi mereka meski sudah mengetahui jenis kelamin anaknya dari hasil USG. Tidak sempat karena belakang ini mereka ada masalah silih berganti. "Kita kasih nama Pipit gimana?" Puspa bertanya dengan pelan kentara masih lemah seusai bertaruh nyawa

