"Kak, bang Eko nyerahin diri ke polisi." Suasana dalam ruangan itu hening seketika. Kaira mengerjap pelan dengan memangku Kayla yang kini sudah terlelap. Sementara Jaka harus mengatakan ini setelah satu hari kakaknya sadar. "Biarin dia di sana dulu." Kaira menengadah supaya menghalau air matanya yang tidak jatuh. "Biar dia bisa merenunginya sebentar." Kaira menahan napasnya beberapa saat. Tak memungkiri hatinya sakit melihat perlakuan Eko yang ingin balas dendam ke adiknya sendiri. "Kakak nggak apa-apa?" Jaka duduk mendekat. Hanya tinggal dia sendiri di dalam ruangan ini. Papa dan Mama pulang dulu untuk membersihkan diri sekaligus istirahat sejenak. Kaira tersenyum pahit. "Percuma kakak bilang baik-baik saja. Kalau sebenarnya kakak hancur." balasnya tertunduk melihat wajah lelap sang p

