*** Sudah berhari-hari sejak kejadian itu. Manda masih tinggal bersama Arfa namun mereka tampak seperti orang yang berbeda. Seakan tak saling mengenal padahal tinggal di bawah atap yang sama. Manda benar-benar mendiamkan Arfa. Meskipun mereka masih tinggal bersama tapi tak sekalipun ia bertatap muka dengan lelaki itu. Begitu juga dengan Arfa. Dia menghindari Manda meski secara diam-diam masih memperhatikannya. Setiap pagi Arfa akan membuka pintu kamarnya sedikit ketika melihat Manda pergi diam-diam setelah menyiapkan sarapan. Meskipun Manda harus kecewa karena sarapan yang ia buat tak pernah disentuh oleh Arfa. Sorenya, giliran Manda yang melakukan itu, mengintip Arfa yang baru saja pulang dari bekerja. "Aku cinta kamu, Arfa," lirih Manda. Setiap kata yang ia ucapkan benar-benar mengg

