*** Dafa baru saja memarkirkan mobilnya ketika matanya tanpa sengaja melihat kakek dan sepupunya sedang berdebat. Dafa yang penasaran diam-diam mendekat. "Apa yang mereka bicarakan?" tanya Dafa. Ia berjalan lebih dekat demi menguping pembicaraan antara Arfa dan kakeknya. "Kamu benar-benar bodoh Arfa," senyum remeh muncul di kedua sudut bibir kakeknya. Hal itu semakin membuat Dafa penasaran. "Jatuh cinta pada targetmu sendiri," kakek Baram berdecak kesal. Sedangkan Arfa menatap tajam pada kakeknya. Dafa mengulang pernyataan kakeknya di dalam hati. Dafa masih mengerutkan dahi hingga dia sadar yang mereka bicarakan adalah Kamanda. Tetapi Dafa tidak mengerti kenapa kakeknya mengatakan bahwa Manda adalah target Arfa. Sebenarnya apa yang terjadi? Tetapi Dafa tidak mendapatkan jawabannya k

