*** Arfa baru saja membuka pintu mobilnya saat ia melihat Dafa dan Vivian sudah berdebat di parkiran. Arfa menggelengkan kepalanya. Ia sangat yakin yang keduanya debatkan adalah masalah yang sama lagi. Bukan bermaksud ingin ikut campur namun Arfa merasa dirinya harus menghampiri kedua makhluk itu agar bisa menghentikan perdebatan mereka. Ck. Arfa berdecak sesampainya ia di sana. "Kenapa lagi kalian?" tanya Arfa sambil menggelengkan kepalanya. "Ini bukan urusan lo, Arfa." Vivian yang menjawab. Perempuan itu masih kesal dengan sikap Arfa semalam. Pun, tadi pagi ia juga harus memejamkan matanya rapat-rapat akibat tanpa sengaja melihat Arfa dan pacarnya itu sedang bergandengan tangan di depan super market. Ia juga terpaksa mengurungkan niatnya untuk ke sana agar tidak bertemu dengan merek

