** Arfa berlari menuju pintu dan mengecek siapa yang datang. Ia terkejut melihat penampakan Vivian di luar sana yang jauh dari kata rapi. Rambutnya acak-acakan. Pakaian yang perempuan itu kenakan pun berantakan. Bahkan Vivian tidak mengenakan alas kaki apapun. Vivian mabuk, itu yang Arfa pikirkan. "Siapa sayang?" pertanyaan Manda membuat Arfa semakin terkejut. Manda yang melihat reaksi Arfa memutuskan untuk mengecek sendiri siapa yang datang. Dahinya mengernyit, "Vivian, kan?" tanyanya setengah tak yakin. Namun anggukan kepala Arfa membantunya menemukan jawaban. Bahu Manda menjadi lemas. Ia tidak tahu kenapa Vivian ada di sini pada jam seperti ini. "Buka aja. Aku mau tidur," ucap Manda memaksakan senyumnya. Arfa menjadi serba salah. Ingin membiarkan Vivian sendirian diluar sana ia pu

