*** Manda menghembuskan napasnya dengan berat. Kini ia sedang berada di kamarnya. "Jadi gitu ya," sungguh tidak ada tanya dalam tiga kata itu. Manda hanya menyimpulkan rangkumannya dari cerita panjang yang Arfa bagi. Bukan tentang perasaan Arfa yang dulu pernah milik Vivian yang membuat Manda bernapas dengan berat namun kenyataan bahwa selama ini Dafa begitu besar menyimpan rahasia darinya. Ah, sebenarnya wajar, Arfa dan Vivian muncul tak lama setelah Manda keluar dari hotel. Mungkin Dafa tak sempat menceritakan kedekatannya dengan Arfa ketika dulu ia sempat bersitegang dengan Arfa. Memang benar, sekarang ia dan Dafa jarang bertemu. Bahkan komunikasi mereka tak sedekat dulu. Semua terjadi begitu saja. Manda memaklumi karena Dafa sibuk dengan pekerjaannya. Ini juga salahnya karena sejak

