*** Pesawat mendarat di waktu dan tempat yang tepat. Akhirnya Arfa sampai juga di tempat persembunyian Manda. Ah, lebih tepatnya di Kota kelahiran Manda. Perasaan lega sekaligus gemetar memenuhi d**a Arfa. Ia merasa gugup untuk bertemu dengan Manda lagi namun Arfa memaksa langkah kakinya untuk menemukan di mana rumah Manda. Berbekal alamat yang Dilla berikan, Arfa mulai menelusuri di mana sebenarnya keberadaan Manda. Ia tidak langsung menyewa mobil karena tak hafal daerah sini. Arfa lebih memilih menggunakan transportasi umum yang akan mengantarnya ke rumah Manda. "Ke alamat ini ya Pak," pinta Arfa pada sopir taksi yang akan membawanya. Beruntung sopir taksi itu dengan cepat menanggapi, dia mengatakan sudah hafal betul jalan ke arah sana karena kebetulan si sopir taksi tinggal tak jau

