*** Manda membuka matanya setelah tidur sejak siang. Perlahan ia melirik jam duduk berukuran kecil di atas nakas. "Astaga!" pekiknya. Dengan cepat gadis itu mencuci muka. "Aku belum masak. Bentar lagi Arfa pulang!" ujarnya. Setelah itu Manda berlari meninggalkan kamarnya, menuju ke dapur. Dia akan membuat sesuatu yang pernah ia masak saja agar tak perlu sambil menonton tutorialnya. Ini sudah sangat terburu-buru, apa lagi tadi siang dirinya sudah berjanji pada Arfa bahwa mereka akan ngopi sore di kafe biasa. "Ehmmm," Manda berdehem melihat tampilan masakannya yang cukup menarik meskipun diburu oleh waktu. Manda benar-benar bersyukur karena telah menjadi murid Arfa. Lihat saja sekarang, dia berhasil menyajikan masakan cukup berkelas meski hanya dalam waktu setengah jam saja. "Aku ya

