Behind The Scene With Arrogant Chef | 37

2052 Kata

*** Tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaan Vivian ketika Dafa lagi-lagi berkata kasar tanpa sedikitpun memikirkan perasaannya. Dafa juga selalu pergi begitu saja. Berbeda sekali ketika lelaki itu bersama Manda, dia akan terlihat lembut dan menjadi lelaki sejati. Mendadak menjadi super hero yang menawarkan Manda tumpangan. Sedangkan pada Vivian? Boro-boro menawarinya tumpangan, bertanya pulang naik apa saja tidak pernah lelaki itu lakukan sejak Vivian datang ke sini dan menjadi tunangannya. "Bukan apa-apa katamu, Daf?" Vivian mengulang ucapan Dafa. Tentu setelah lelaki itu pergi meninggalkannya. "Aku tunangan yang akan jadi istrimu kelak. Kita lihat saja," tegas Vivian yang masih menatap pintu kafe meskipun tubuh Dafa tak lagi terlihat tergantikan dengan pengunjung kafe lainnya. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN