bc

Marry Me Mr. Badboy

book_age18+
24
IKUTI
1K
BACA
revenge
dark
family
HE
fated
second chance
arranged marriage
arrogant
badboy
kickass heroine
heir/heiress
drama
sweet
bxg
city
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Kalea memiliki kesempatan kedua untuk hidup kembali dengan mengulang waktu. Hal pertama yang ia lakukan adalah membuang Adam, lelaki yang menjadi benalu dan sandungan besar hidupnya, suami yang mengacaukan segala mimpi besar, dan bahkan merenggut kehidupan sehat wanita itu. Kalea juga memutuskan untuk tak lagi berhubungan dengan siapapun dari Corp Group. Meski sayangnya, di kehidupan yang kedua ini pula Kalea tidak bisa lolos dari pemilik mata tajam dari keluarga yang sama. Hanya saja sekarang adalah putra kedua yang sangat berbeda dari Adam! Putra kedua yang memiliki kepribadian nyentrik dan tidak diungkap sebagai seorang pewaris seperti Adam. Ia ada, tapi dianggap seperti buih lautan yang tidak masalah jika menghilang.

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Wanita dan pria yang bebas
"Aku akan menikahimu setelah kau mendonorkan ginjalmu pada Annie, hanya satu itu saja permohonanku. Setelah itu kau bebas mencintaiku, hartaku, tubuh, dan jiwaku adalah milikmu. Tapi tolong, tolong selamatkan Annie. Diantara kita semua, hanya kau saja yang memiliki golongan darah yang cocok dan organ yang sehat untuk bisa didonorkan." Kalea memandang tanpa minat wajah tampan laki laki yang pernah ia cintai. Laki laki yang malah membuang cintanya yang tulus demi keselamatan sahabatnya. Ah apa itu persahabatan? Kalea terkikik mengingatnya. Ia tidak percaya masih saja denial dengan perasaan Adam pada Annie. "Jadi maksudmu, kau ingin membeli ginjalku dengan pernikahan kita? Padahal pernikahan kita memang sudah direncanakan sejak beberapa tahun yang lalu? Itu bukan pertukaran yang seimbang, Adam." Kalea melipat tangan di depan d*da. Sudah hilang segala ekspresi sedih dan putus asa dari wajah cantiknya. Ia bukan Kalea yang sama, yang Adam kenal. Oh seandainya ia tidak hidup lagi, mungkin Kalea akan tersentuh dan bersedia masuk ke ruang operasi untuk mendonorkan ginjalnya secara cuma cuma. Hanya saja karena ia sudah pernah hidup sekali, dan menyesalinya berkali kali, Kalea kini hanya membuang muka. "Aku akan bersamamu selamanya. Aku, kamu, dan Annie... kita bisa menjadi keluarga yang saling mengasihi." Kalea menahan senyum jijik di wajahnya. Dua wanita dalam satu keluarga? "Maksudmu, kau mau melakukan poligami denganku dan Annie?" Tanya Kalea, menegaskan maksud keinginan Adam. Adam langsung berdiri. Ia mulai merasa ada yang salah di sini. "Apa kepalamu terbentur di perjalanan kemari tadi?!" Nada suara Adam naik satu oktaf. Kalea menghela napas. "Annie tidak akan mati. Dia bisa hidup dengan satu ginjal." Adam mengepalkan jemarinya. "Apa maksudmu, Kalea? Bagaimana mungkin manusia yang sakit bisa hidup dengan satu ginjal?! Ini bukan waktunya bercanda! Situasinya mendesak, ayo kita pergi sekarang. Akan kuminta dokter menyiapkan ruang operasinya." Kalea menepis tangan yang merengkuh dengan kasar pergelangannya. Adam mendengus gusar. Seumur hidup, baru kali ini Kalea menentang keinginannya. "Kalea, jika kau tidak mau, aku terpaksa akan mengakhiri perjodohan kita!" "Silahkan, dan sebenarnya tidak perlu repot repot karena aku sudah melakukannya." "Apa maksudmu?!" "Perjodohan itu sudah ku batalkan. Surat pembatalannya bahkan sudah sampai di meja rapat ayahmu." Kalea menyeringai, mengangkat sedikit tubuhnya untuk mencapai telinga Adam. "Aku bilang di surat jika anak laki lakinya yang penurut ini tidak bisa melepaskan cinta sejatinya jadi aku yang terpaksa melepaskannya duluan karena tidak mau bersaing dengan gadis yang katanya sahabat masa kecil. Urusan kita sudah selesai sekarang, aku pergi. Sampai jumpa, Adam." Kalea melambaikan tangan sambil mengedipkan mata centil. Selang satu detik, Adam langsung mendapat telepon dari sang ayah. Ketua pemilik perusahaan konsultan keuangan ternama itu mengamuk padanya karena sudah membuat perjodohannya dibatalkan. Padahal keluarga Kalea adalah partner bisnis yang sangat penting. "Kalea sialan! Wanita kurang ajar itu... beraninya main main denganku." Adam pun tidak punya waktu untuk mencegah Kalea pergi dan hanya berfokus menenangkan amarah sang ayah melalui telepon. Kalea berjalan dengan langkah penuh kebebasan ke arah parkiran rumah sakit. Sopir yang selalu menyetir untuknya sudah menunggu di depan mobil. "Aku mau pergi sendiri." Kalea langsung saja mengambil kunci dari saku pak sopirnya. "Tapi, Nona... Tuan Adam khawatir jika anda," "Oh hell! Aku sudah putus dari tuanmu itu. Jadi mulai sekarang berhenti ikut campur dan melaporkan segala gerak gerikku padanya." "Putus? Maksud nona, jika tuan Adam sedang marah, anda bisa," Kalea meletakkan tangannya di depan mulut. Menghentikan saran tak berguna dari sopir yang juga berperan sebagai mata mata Adam. "Sudah putus ya artinya tidak ada hubungan lagi, Pak. Putus, berakhir, End... bapak tidak perlu mengurusi saya lagi ataupun mencatat hal hal tidak penting yang bisa membuat Adam punya alasan marah pada saya. Tugas bapak maupun tugas saya sudah selesai sekarang. clear?" Melihat pak Sopir hanya berkedip-kedip mencerna informasi, Kalea langsung mendorongnya agar menyingkir dari pintu. Gadis itu masuk dan menginjak pedal gas, menyetir sendiri ke jalan raya besar. Hal yang sudah lama tidak pernah ia lakukan selama lebih dari 5 tahun. Wah, ini benar benar hal yang harus Kalea rayakan! Akhirnya ia terbebas dari kehidupan yang menyesakkan bersama Adam yang mencintai sahabat masa kecilnya. Mengingat pembicaraan tadi, seluruh tubuh Kalea terasa merinding. "Cuih cuih cuih! Dia akan menikahiku jika aku mendonorkan ginjal? Enak saja kalau ngomong! Dikira aku bakal percaya apa!" Dan di kehidupan sebelumnya, Kalea benar benar percaya hal itu. Mata almond Kalea menggenang air. Gadis itu menyambar tisu. "Dasar b******n tengik! Sialan kalian berdua! Semoga di kehidupan kali ini kalian dikutuk! Hidup sial selamanya!" Kalea berteriak parau, ia tak peduli meskipun beberapa orang yang berkendara di dekatnya menoleh heran dan mungkin menganggapnya gila. Ya Kalea tidak peduli. Karena bagaimanapun juga, fakta itu cukup menyakitkan untuk Kalea yang selalu berpura pura tegar. Dan di kehidupannya yang kedua ini. Kalea tidak ingin berurusan dengan laki laki dari keluarga Corp Group lagi! *** Di bandara Soekarno-Hatta yang panas, seorang pemuda dengan tinggi lebih dari 185 cm, berkulit putih pucat, dan berambut blonde sejenak menyita perhatian ketika ia berdiri diantara orang orang dari negaranya. Bagaimana tidak? Bukan hanya posturnya yang mencolok tetapi warna rambut dan bentuk wajahnya sangat tak biasa berada diantara wajah wajah tropis negara ini. Ia bak seorang pangeran negeri dongeng yang keluar dari dalam lukisan. Tanpa membawa apapun selain ponsel di saku, pemuda itu berjalan seorang diri menuju tempat makan terdekat. Tak mau menyita lebih banyak perhatian, ia membeli secara acak topi hitam yang dipamerkan depan toko kecil lalu memesan segelas teh s**u untuk mengawali hari. "Tuan... Tuaann mudaa.... Astaga Tuan, langkah kaki anda cepat sekali. Padahal saya baru melihat anda di pintu bandara, tiba tiba saja sudah duduk santai di sini." Lelaki berwajah bak pangeran itu menoleh sekilas pada karyawan biasa yang dikirim oleh papanya untuk menjemput. Karyawan ini terlihat sangat muda dan baru, sepertinya karyawan magang yang bahkan menangkap cicak saja tidak bisa. "Kuharap ini hanya perasaan saya karena saya rasa sekarang tuan sedang melihat saya seperti saya adalah seekor kecoak yang tidak berguna." Karyawan dengan wajah polos itu tersinggung dengan tatapan jujur tuan mudanya. "Hei, kau tahu namaku?" Karyawan muda berkacamata itu mengangguk. Sebelum berangkat, ia sudah diberi informasi mengenai 3 hal. 1. Laki laki yang akan ia jemput adalah putra kedua Corp Group yang baru saja lulus setelah 5 tahun kuliah di Amerika 2. Usianya baru 24 tahun tapi ia pasti sudah terlihat dewasa karena genetiknya 3. Namanya Elric Adnan Vernando, katanya tukang ulah dan tukang buat masalah Melihat bagaimana dia dari Amerika hanya membawa ponsel dan kaos serta celana selutut, karyawan itu seratus persen yakin bahwa tuannya ini memang cukup nyentrik. "Tuan Muda Elric Adnan Vernando." "Haha, kupikir para orang tua pikun itu sudah lupa nama anaknya sendiri." Karyawan itu menggaruk tengkuk. Tidak menyangka seorang anak akan menyebut orang tuanya 'pikun',. Sejak tadi ia juga belum diizinkan untuk duduk. Hanya berdiri melihat Elric meminum dengan tenang teh susunya. "Jadi tuan muda, sebenarnya saya diminta untuk bertanya pada anda mengenai alasan anda pulang ke rumah setelah sekian lama." Elric menyesap teh s**u miliknya, ini tegukan yang terakhir. "Memangnya kenapa? Apa aneh kalau aku pulang?" Karyawan baru itu menggeleng. "Tidak, hanya saja... ada sedikit masalah di rumah jadi saya pikir tuan Elric sengaja pulang karena itu." "Masalah?" Karyawan itu menggaruk pelipis, ragu ragu menjawab. Elric mengeluarkan dua lembar dollar dari saku celananya. Mata karyawan itu langsung fokus tertuju kesana meskipun ia tidak tahu seberapa banyak uang dalam mata uang dollar itu. Orang kaya selalu melakukan transaksi tidak bermoral seperti ini. "Perjodohan tuan Adam dibatalkan. Nona Kalea membuat keributan dengan mengirim surat resmi pembatalannya ke kantor pak Presdir." Elric yang sedari tadi nampak tak peduli kini terlihat sedikit tertarik. "Sekarang Pak Presdir sangat marah pada tuan Adam karena tuan Adam tidak mau membujuk nona Kalea dan lebih memilih mengurus teman perempuannya yang sakit." selesai memberikan informasi, Elric memberikan dua lembar dollar miliknya. Wajah karyawan magang itu terlihat senang, tersenyum penuh rasa terima kasih. "Untuk hari ini cukup, aku akan pergi sendiri. Kau kembalilah bekerja." "Ya tuan muda? Jika anda hendak pulang saya sudah menyiapkan mobil. Saya bisa langsung membawanya kemari." "Tidak perlu," Elric menjawab, ia berdiri setelah membayar segelas teh susunya. "Ada tempat yang ingin kudatangi sendiri." "Saya bisa menemani anda jika anda tidak punya teman." Karyawan magang ini tidak menyerah membujuknya. Elric menyeringai, mungkin hanya karena dua lembar uang puluhan dollar itu, ia jadi merasa bisa mendapatkan lebih. "Aku belum mempercayaimu, jadi kau, enyah sana sebelum aku meminta orang tuaku untuk memecatmu." Seketika, karyawan magang ini tahu bahwa tidak semua orang kaya bisa berbuat baik tanpa alasan. Kebaikan yang berlebihan itu bisa membuat orang seperti Elric merasa 'muak'. "S-saya izin pamit duluan, tuan." "Ya, pergilah." Elric melambaikan tangan. Sekarang masih pagi, pukul 09.00. Ia berencana melakukan penyelidikan nanti malam.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook