23. Kamu tidak menembakku?

1603 Kata

Begitu pintu terbuka. Kalea mengendap endap masuk sambil membawa kue dengan lilin yang menyala. "Siapa itu?" Kalea segera berbalik cepat. Loh Elric sudah bangun? Saat berbalik, Kalea melihat Elric yang duduk di ranjang sambil menodongkan pistol ke arahnya. Mata Kalea langsung terpejam dan memekik takut. Menyadari jika yang datang adalah Kalea, Elric segera menyingkirkan pistolnya. "Maaf!" Elric berseru cepat. Ia berdiri, kakinya sangat sakit, tertatih, Elric mendekat. Kalea terlihat sangat syok. Menatap Elric dengan ekspresi ketakutan. "Itu pistol mainan, Kalea. Aku menggunakannya hanya untuk berjaga jaga, mengancam saja kalau ada pencuri. Jangan takut. Lagian kamu sendiri kenapa datang tengah malam begini-" kalimat Elric terhenti saat ia melihat kue dan lilin di tangan Kalea. Sebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN