"Bicara aneh aneh apa? Maksudnya bicara soal fakta? Mana mungkin aku bisa mencegah hal itu?" "Lakukan apapun! Atau pengakuannya bisa membuat bisnis baruku hancur." Elric tertawa kecil. Tawa yang membuat Vernando, papa Elric, merasa murka. Dari awal bisnis Vernando bukan urusan Elric, apalagi fakta bahwa sejak Elric mendapat beasiswa di luar negeri, keluarganya menganggapnya tidak ada. Memberi uang atau menanyakan kabar saja tidak pernah. Karena itu sekarang Elric ingin mempermainkan perasaan ayahnya. "Itu salah, Pa. Bukan begitu caranya meminta tolong. Harusnya papa tahu kan etikanya." "Kau beraninya bermimpi aku akan memohon padamu?!" Elric tidak bisa menahan senyumannya. "Tidak mungkin aku berani memimpikan hal semustahil itu." sarkasnya. "Elric, ini kesempatanmu. Lakukan saja

