"Heeeii Kaleaa mana pacar ganteng lo ituu. Bohong lu yaaa, cuma mau nolak gua lu yaa." Kalea mendorong Ryan yang sudah mabuk. "Kenapa ngajak Ryan si Nin. Duh, minggir minggir gue duduk di situ aja." "Yee Ryan yang bayarin ini." "Loh katanya elo yang traktir." "Dia nawarin sih, asal ajak lo syaratnya hehe." Kalea mengepalkan tangannya di depan Anin. Anin terkekeh tanpa dosa. "Udah udah gak papa lah ya Kal. Itung itung hemat. Abis duit gua ini Kal buat revisi mulu. Nge print mahal Kal kalau seratus halaman." "Dih, gak punya duit ngajak pesta." Kalea mencibir. "Kan dibayarin cowok yang nge crush in elo hehe." Kalea memutar mata jengah. Di meja seberangnya, Ryan sudah teler duluan. "Tapi Kal setelah gue pikir pikir, bukannya mending sama Ryan daripada sama adiknya Adam yang gak jelas

