Bab 11. Masih Banyak Luka Hidup bisa saja bagaikan teka teki ... Dimana takdir akan menuntun ... Menuntun kesebuah titik menuju harapan atau kehampaan ... ** Ketika pintu kubuka, aku melihat ada Guntur. Apakah ini mimpi? Rasanya tubuhku sangat sakit, akibat pergumulan yang terjadi antara aku dan Denis. Betapa kejam laki-laki itu. Mengapa oh mengapa dia tega sekali? Dia sangat tega dan ingin melenyapkan kan ku. Padahal aku sudah bermurah hati menolongnya. Kali ini tak ada ampun buat Denis dan keluarganya. "Guntur, tolong aku!" Retina Guntur membola menatapku dengan penampilan yang sudah tak karuan. Ada darah di blouse putih yang kupakai. Wajahku juga bengkak karena dipukul keras oleh Denis. "Apa yang terjadi padamu, Risma?" Guntur mengguncang tubuhku yang sudah lemah tak berdaya.

