Empat puluh

1929 Kata
Irana semakin merasa khawatir, ia takut kalau sampai terjadi sesuatu kepada Fajrin karena hal ini. Sudah banyak di sekeliling Irana yang mengatakan Fajrin orang gila, tapi tak sedikit juga di antara mereka mengatakan kalau Fajrin adalah malaikat dan penyelamat. Yang membuat Irana takut, orang-orang semakin sering mempertanyakan bagaimana Fajrin bisa melakukan hal itu. Mereka tahu betul kalau selama ini Fajrin tidak bisa melihat masa depat, iba-tiba sekarang bisa melihat masa depan dan seolah bisa mengendalikan dunia. "Pa, mama merasa sedikit khawatir dengan apa yang terjadi saat ini. Mama takut kalau sampai orang-orang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mama takut kalau sampai ada orang yang berniat jahat kepada kita dan mencoba untuk merebut serum itu dari papa. Sedari awal itulah yang mama takutkan sampai-sampai mama merasa khawatir kalau sampai papa melanjutkan penelitian itu dan akhirnya berhasil seperti ini" kata Irana penuh dengan kekhawatiran. Kini Fajrin mengerti kenapa selama ini Irana selalu memintanya untuk berhenti, ia mengerti kenapa selama ini selalu saja mencari masalah kepadanya setiap kali ia ingin melakukan penelitian itu, apa yang Irana takutkan bisa ia paham karena memang pada kenyataannya ia telah menjadi incaran banyak orang. Bukan hanya orang biasa saja melainkan juga para petinggi negara yang menginginkan serum itu darinya. Fajrin tak habis akal, jika memang dirinya tak menjadi satu dari seluruh orang yang ada di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk melihat masa depan, maka ia akan menjadikan ini sebagai ajang kesuksesan. bukan untuk pamer, hanya saja dia juga ingin mendapatkan hasil dari apa yang telah Ia kerjakan selama puluhan tahun. Ia tak ingin memberikan serum itu kepada orang secara cuma-cuma, karena ia takut orang itu akan melakukan sesuatu tindakan yang tidak di inginkan. "Dunia semakin menggila karena apa yang telah papa lakukan, semua semakin bertanya-tanya apa yang Papa miliki di balik semua ini. Mama tidak bisa menjawab pertanyaan orang-orang itu karena Mama juga tidak ingin memberitahukan hal itu kepada mereka. Mama sangat yakin kalau sampai memberitahukan hal itu kepada mereka, maka mereka akan berusaha untuk mendapatkannya. Dengan begitu kita akan terancam termasuk nyawa Ares. Papa harus bertindak cepat, melakukan sesuatu supaya kita terhindar dari masalah. setidaknya jika suatu saat nanti terjadi sesuatu kepada kita, jangan sampai Ares merasakan hal yang sama. tidak banyak dari orang-orang yang ada di sini mengetahui kalau kita memiliki anak, bahkan di luar sana juga tidak banyak yang mengetahui kalau kita itu memiliki Ares. Aku minta kepada Papa untuk menyembunyikan Ares dari media kalau mereka bertanya tentang kehidupan kita. Jangan pernah mengatakan kepada mereka kalau kita memiliki anak karena mama yakin hal itu akan menjadi sebuah ancaman bagi Ares. Mama tidak ingin kalau sampai orang-orang menemui Ares di sekolahnya dan mereka akan melakukan suatu tindakan yang tidak kita inginkan kepada Ares atau bahkan mereka menculik Ares dan menjadikan itu sebagai alasan untuk nendapatkan serum itu. Jadi tolong papa pikirkan baik-baik, sebelum semuanya terlambat" kata Irana kepada Fajrin. Fajrin hanya bisa mendengarkan, ia sama sekali tak menjawab apa yang Irana katakan. Ia hanya perlu mencerna kalimat itu sebelum ia memutuskan untuk bertindak. Setelah berpikir amat lama dan dengan pertimbangan yang sangat matang, Fajrin memutuskan untuk melelang serum yang ia miliki dengan harga yang sangat fantastis. Ia berani memberikan harha yang sangat tinggi karena ia tahu kalau apa yang ia jual sangat berharga. Ia,juga memikirkan usahanya selama puluhan tahun untuk bisa menjadikan serum itu, jadi ia tak ingin menjualnya dengsn harga murah. Ini saatnya ia harus mendatatkan uang, dengan begitu ia bisa menjamin masa depan mereka dari sana. Tak ada yang berani mengambil harga itu, tak ada yang memiliki kemampuan untuk membayarnya mengingat harganya yang sangat fantastis. Hingga lelang selesai, tak ada satu orang pun yang mau menaikkan harga walau hanya sepuluh ribu rupiah pun. Fajrin tak berkecil hati, ia tau kalau orang-orang tidak akan mampu membelinya kecuali untuk sesuatu yang sangat penting mengingat harga yang ia berikan sangat fantastis itu. "Bagaimana, Pa?" tanya Irana. "Tidak ada yang mau menerimanya. Harga yang papa berikan terlalu tinggi, itu kata mereka. Bukankah hal yang wajar bagi papa untuk memberikan harga yang fantastis? Apa yang papa ju itu bukan main-main, ini sesuatu yang sangat bermanfaat bagi semua orang, namun jika di miliki oleh orang yang tepat" kata Fajrin. "Sudahlah, Pa. Mama juga tidak percaya orang-orang akan mau membeli hal itu, semua orang pasti ingin mendapatkannya dengan cara mudah. Hal itulah yang membuat mama khawatir, mama takut orang-orang akan berbuat nekat demi mendapatkan serum itu" kata Irana penuh khawatir. "Mama tidak perlu khawatir, bukankah papa bisa mengetahui apa yang akan terjadi fi masa depan? Sejauh ini papa tidsk melihat apapun, itu artinya tidak akan terjadi sesuatu kepada kita" kata Fsjrin meyakinkan istrinya, meski sebenarnya ia tak yakin. Ia sedikit memiliki kekhawatiran, sejak ia mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, ia sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depannya. Pernah sekali Fajrin akam kembali pulang, ia memasuki mobilnya dan langaung melaju untuk pulang. Tanpa sadar, ia tiba-tiba merasakan sakit di perutnya. Ia menghentikan mobilnya dab pergi ke toilet terdekat, namun tiba-tiba ia terjatuh hingga ia merasakan sakit di pinggannya. Ia mulai berpikir kalau ia tak bisa mengetahui masa depannya, namun ia berpikir positif kalau hal itu terjadi karena kecelakaan yang ia alami hanyalah kecelakaan ringan. Bukan hanya itu, dua hari selanjutnya, Fajrin memilih untuk membeli sesuatu di minimarket, pesanan dari Irana. Tak ada yang aneh, tak ada yang terjadi kepadanya, ia bahkan tak merasakan sakit di bagian kepalanya, hingga ia terus masuk ke mini market. Hingga akhirnya ia tiba di dalam mini market itu dan membeli apa yang dipesan oleh Irana. saat ia akan kembali ke mobil, tiba-tiba saja sebuah truk melaju dengan sangat cepat dan hampir saja menabrak dirinya, beruntung seorang petugas keamanan yang ada di sana langsung menariknya hingga mereka terjatuh. meski ia merasakan rasa sakit di bagian kaki dan juga tangannya karena terjatuh, namun ia masih merasa bersyukur karena ia tidak tertabrak oleh truk itu. Sejak saat itu Fajrin mulai berpikir apa yang akan terjadi kepadanya di masa depan tidak bisa ia ketahui. itu masih menjadi sebuah keraguan, ia tidak begitu yakin kalau hal itu memang benar. Ia bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan namun tidak mungkin kalau ia tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya di masa depan. seperti yang terjadi kali ini, ia masih tetap yakin kalau ia akan mengetahui jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi kepadanya dan coba keluarganya saat nanti. Fajrin kembali bekerja seperti semula, ia mencoba tetap menenangkan diri dan berharap tidak ada kejadian-kejadian aneh yang mengganggu pikirannya, dan benar saja selama seharian penuh ia bekerja tidak ada sesuatu yang ia rasakan. dia tidak merasakan rasa sakit di bagian kepalanya, ia juga tidak merasakan rasa gelisah yang tidak karuan seperti yang ia rasakan jika akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada orang lain atau akan terjadi sesuatu kepada orang lain. Fajrin kembali ke rumahnya dengan rasa tenang untuk kali pertama setelah ia berhasil membuat serum itu, ia bisa merasa tenang tanpa adanya sesuatu yang mengganggu pikirannya. ia langsung memeluk Irana. Dia sangat bahagia bisa terhindar dari sesuatu yang mungkin jadi kebanggaan baginya namun juga menjadi ketakutan bagi. di mana ia bangga dan bahagia bisa menyelamatkannya orang lain namun ia takut kalau sampai orang lain mengetahui hal itu justru akan membahayakan nyawanya. "Pah, Apakah tidak ada cara untuk menghilangkan pengetahuan yang kau miliki itu?" tanya irana. "bukan apa-apa, hanya saja mama merasa sangat khawatir. Entah kenapa, meskipun Papa yang memiliki kemampuan untuk melihat masa depan namun mama memiliki firasat kalau kita sedang tidak baik-baik saja. maksud mama, kalau suatu hari nanti akan terjadi sesuatu yang tidak-tidak kepada kita. Mama tidak bisa membayangkan kalau sampai terjadi sesuatu kepada kita. yang tak bisa bayangkan hanya satu, bagaimana dengan nasib Ares kalau sampai firasat Mama itu benar? apa yang akan terjadi kepada kita? apa yang akan terjadi kepada Ares? semua pertanyaan-pertanyaan itu selalu terlintas di kepala mama. Dan semua pertanyaan pertanyaan itu masih belum bisa Mama jawab" lanjut Kirana. " Jangan berpikir yang tidak-tidak untuk itu, mah! tetap berpikir positif, tetaplah berpikir kalau Papa memiliki ini hanya untuk menyelamatkan orang lain, jangan pernah berpikir kalau hal ini akan membahayakan kita semua karena Papa juga tidak memikirkan hal itu. kenapa Papa tidak memikirkan? Karena papa memang tidak ingin kalau sampai hal itu terjadi. Jangan di pikirkan maka itu tidak akan terjadi tapi, kalau mama terus berpikir demikian maka ketakutan itu akan terjadi" kata Fajrin. Meskipun Fajrin sudah mengatakan demikian, namun Irana masih saja memiliki ketakutan yang sangat besar seolah apa yang ia takutkan akan menjadi kenyataan. sejak memiliki ketakutan itu, ia selalu saja terus memeluk Ares, ia bahkan seringkali bersama untuk tidur di kamar Ares sebelum ia kembali ke kamarnya. Ia juga sering menciumi aries dan tanpa ia sadari air matanya seringkali membasahi pipi seolah ia memiliki perasaan kalau ia akan berpisah dengan ares anak semata wayangnya itu. Bukan tak takut, Fajrin juga memiliki ketakutan yang sama, tapi dia tidak bisa berbuat banyak. meskipun ia tahu kalau ke depannya akan terjadi sesuatu, meskipun Ia memiliki perasaan kalau kedepannya akan terjadi sesuatu, namun pada kenyataannya sampai saat ini ia tidak bisa tahu apa yang akan terjadi kepada dirinya di masa depan. kali ini ia bisa mengerti, kali ini ia bisa tahu dan kali ini ia bisa memahami kalau kemampuannya itu hanya berfungsi untuk orang lain, bukan untuk dirinya. kali Fajrin tahu kalau apa yang ia miliki tidak bermanfaat untuknya dan untuk keluarganya. Ia hanya bisa menolong orang lain namun tidak bisa menolong keluarganya, sebab itulah ia berusaha untuk menjual serum yang ia miliki, dengan begitu tanpa adanya serum itu tidak akan ada lagi orang yang berusaha untuk mengincar dirinya dan juga keluarganya. Ia bisa melepaskan semuanya. Ia tidak akan pernah menjadi objek utama orang lain untuk melakukan kejahatan, tapi ia bisa menghasilkan uang dari situ untuk memenuhi kebutuhannya di masa depan. Semua yang terjadi tak luput dari pengetahuan Ares, dengan sifat dewasa yang di miliki, ia berusaha menjaga dirinya sendiri setiap kali ia berada di sekolah, dengan arti supaya ia tidak berada dalam bahaya, lebih tepatnya supaya tidak ada orang yang berusaha mendapatkannya. Ia sangat yakin kalau saat ini banyak orang yang sedang mengejar dirinya karena dengan bisa mendapatkan dirinya, orang-orang jahat itu pasti akan bisa mendapatkan serum yang dimiliki oleh Fajrin. Semenjak Fajrin memiliki serum itu, semenjak Fajrin memiliki kemampuan lebih, Ares memilih untuk menunggu jemputan di sekolah. awalnyaAres selalu pulang menggunakan taksi online kalau tidak menggunakan busway, tapi setelah kejadian itu Irana memintanya untuk menunggunya di sekolah dan Iran akan menjemputnya setiap hari karena Fajrin tidak bisa menjemputnya. Dengan perbedaan yang Ares miliki, Ares selalu saja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. untuk kali pertama setelah mendapatkan perintah dari mamanya untuk menunggu di dalam sekolah, ares memberanikan diri untuk menunggu di luar sekolah. di satu sisi ia ingin menguji keberaniannya, di satu sisi ia ingin tahu apakah ada orang yang sedang mengincar dirinya atau tidak, tapi di sisi lain Ia memiliki rasa ketakutan yang teramat dalam di mana ia takut kalau sampai ada orang yang menculiknya dan berbuat yang tidak-tidak kepadanya, namun yang paling ia takutkan hanya satu, di mana saat ia telah diculik ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan mamanya dan juga papanya. Ia tak bisa memaafkan dirinya kalau sampai hal itu terjadi. Setelah mempertimbangkan semuanya, Ares memilih untuk kembali masuk ke dalam sekolah meskipun ia memiliki keberanian dan juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, namun Ia juga tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Ia tak ingin membuat Irana khawatir, ia tak ingin kalau sampai terjadi sesuatu kepadanya yang akan merugikan dirinya dan bahkan mengecewakan kedua orang tuanya. Namun pada saat ia akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja seseorang datang memanggil namanya. "Aries".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN