Hati terasa ter-iris, setiap orangtua pasti merasakan bagaimana rasanya memberangkatkan anaknya. Namun pada kenyataannya, Irana tidak seperti orang lain yang memberi bekal kepada putran semata wayangnya itu untuk merantau, melainkan untuk pergi jauh sejauh mungkin dan bersembunyi di tempat yang sangat aman, bahkan setelah ia memberangkatkan anaknya, ia mungkin saja tidak akan pernah melihat putra semata wayangnya itu. Fajrin tak mampu membendung air matanya, namun ia tak menunjukkan kepada Irana dan juga Ares kalau dirinya sedang menangis. Rasa sesal semakin menggerogoti dirinya karena ia akan berpisah dengan keluarga kecilnya. ia akan berpisah dengan Ares yang entah akan bertemu lagi atau tidak, dan ia mungkin saja akan berpisah dengan Irana karena kematian. “Bagaimana? Apakaha sudah se

