Empat puluh empat

1116 Kata

Fajrin dan Irana berbaring di ranjang seolah tidak teejadi apa-apa, keduanya saling berpelukan seolah keduanya sedang menikmati bulan madu. "Pa... Ini sangat sulit untuk Mama, tapi Mama yakin semua akan mudah jika kita lakukan bersama," ucap Irana, ia tak mampu membendung air matanya lagi. "Kamu ikhlas dengan semua ini? Kamu ikhlas jika harus mati bersamaku?" tanya Fajrin, ia juga tak sanggup untuk membendung air matanya. "Mama ikhlas, Pa. Insya Allah Mama ikhlas. Hanya saja, Mama sedikit khawatir dengan keadaan Ares saat ini. Apa yang akan dia lakukan di dalam hutan saja? Apakah dia sedang menangis? Apakah dia sedang menghadapi binatang buas seorang diri?" pikiran Irana Kacau, ia bahkan tak sanggup untuk membayangkan semuanya. "Jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, Ma. Yang Papa ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN