Empat puluh lima

1113 Kata

Ares terbangun, sungguh sangat miris hidup remaja yang satu ini, bukan? Nasib baik masih berpihak kepadanya hingga ia tak di santap binatang buas malam tadi. Dengan tubuh yang sangat lemah, ia mencoba untuk duduk. Ia meraba perutnya yang kini mulai berbunyi karena sangat lapar. "Perutku sakit sekali, tapi kepalaku tak kalah sakitnya," ucap Ares. Ares menyantap makanan yang telah di bekalkan Irana sebelumnya, dengan sangat lahap karena ia sudah sangat lapar hingga gemetaran. "Alhamdulillah." Ares kembali menyusuri hutan, tanpa mengenal kata lelah untuk menemukan tempat berlindung baginya. Semua tak semudah yang ia bayangkan, ia sama sekali tak mengetahui kalau hutan itu adalah hutan yang tak pernah di kunjungi manusia karena terkenal dengan begitu banyak binatang buas. Baru beberapa r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN