"Astaghfirullah…" teriak Nining, ia sangat terkejut dengan apa yang kini ada di kakinya. "Ada apa, Buk?" teriak Hendro menanyai istrinya, ia terus berlari hingga melihat apa yang terjadi pada istrinya. "Pak!" ucap Nining. "Allahuakbar," ucap Hendro. Hendo membantu Nining berdiri, lalu ia mengusir ular itu dengan kayu berukuran sedang yang ada di sampingnya. Sejenak ular itu masih saja mendekat, tapi Hendro terus berusaha mengusirnya bersama dengan Nining. "Buk, apakah ibu sanggup menahannya di sini? Bapak ingin pergi ke gubuk untuk mengambil golok," "Untuk apa, Pak?" "Sepertinya kita harus membunuh ular ini, kalau tidak, kita akan mati konyol," "Jangan, Pak, sebaiknya kita usir saja. Ibu takut jika terjadi sesuatu kepada,kita jika kita membunuhnya," "Justru akan terjadi sesuatu ke

