Hadiah manis

1718 Kata
Bab.5 Hadiah manis ilham *** Chelsea masih berjalan sepanjang Lorong , Lorong rumah sakit menuju arah Poli Dokter kandungan. " Hallo..sayang, malam ini bisa temani diacara gala diner para dokter?" Ilham bertanya melalui ponselnya. " Ah, kenapa mendadak sih?" suara Chelsea manja." Sore ini aku ada operasi caesar di jam lima sore. Dan masih praktek di poli. " Please ... sayang, malam ini." bujuk Ilham merdu dengan suaranya yang ngebass membuat dentuman untuk Jantung Chelsea. ia menahan nafasnya sedetik, menggigit bibirnya langsung. Deg.. " Baiklah. Tapi ambilin gaunku ditempat tailor yang biasa ya? Please, soalnya aku gak ada gaun yang baru dan cocok. " Pinta Chelsea manja. "Oh, iya. suruh saja supir kamu ambil baju. Bentar lagi tempat tailornya tutup." " Oke... baiklah. Jangan kan baju. Mangkok mie ayam ditempat mie gerobak ajah aku ambilkan buat kamu." Rayu Ilham. Dengan Suara yang hampir tertawa meledak. " Ciiiih, gombal." Gelak Chelsea. " haha..ha.." " Beneran." Ilham terkekeh kali ini, ia berhasil menggoda Chelsea kali ini. Ia teringat tempat mie ayam yang sering didatanginya. Dan makan disana, Chelsea selalu bercerita mengenai mangkuk mie ayam. Ia menyukai mangkuk yang cap tulisan Mecin disana ketibang makan mie ayam dengan mangkuk porcelain di caffe. Ia selalu bilang kalau magkuk mie ayam itu. ya jelas, mangkuk dengan cap ayam jago atau cap mecin nya. Sambil tertawa memakan mie ayam. " Kalau aku minta buatkan candi disebelah rumah sakit gimana? kang mas." ledek kembali Chelsea sambil berjalan. " Ha.ha.ha.., memangnya kamu roro jongkrang apa?" " Jika kang mas tidak sanggup, Jangan pernah mau mempersunting kanjeng Ratu." Ledek Chelsea. " Oke, aku kalah. Nanti aku ambilkan dan langsung dikirim kerumah kamu ya?" " Hmmmmm. Tapi...., aku sedikit telat ya?" "'Love you." Ucap Ilham. Klik. Chelsea menutupnya ponsel miliknya. Tanpa membalas kalimat terakhir dari Ilham. Seorang Assisten perawatnya menyambutnya dan memberikan daftar Pasien. " Thanks ya, Mia.. " Ia menerima daftar itu dan kembali kedalam ruangan. Sebagian pasiennya berbisik-bisik, karena sudah menunggu hampir satu jam kedatangan Dokter Chelsea. Ada yang terlihat kesal ada juga yang senyum karena dokter yang ditunggu nya telah tiba. Chelsea telah menyelesaikan, Pendidikan terakhir setelah menjadi dokter umum, Dan meneruskan kembali menjadi dokter spesialis kandungan. Dan akhirnya ia lebih memilih menjadi dokter kandungan, menuruti naluri wanitanya. Melihat perkembangan janin dalam perut sang ibu, menjaganya dan membantu mereka supaya lahir sehat dan melihat dunia yang indah. " Suster, Mia, Masih berapa pasien lagi?" Tanya Chelsea pada asisten nya. " Ada sekitar 32 lagi dok." jelasnya. " Dokter Dirham kapan prakteknya?" ia mendongkak bertanya kepada assistennya yg memberinya berkas, para bidan. langsung melihat Jadwal di berkas mereka. "oh, setelah dokter tugas. Pukul 5 sore ini, beliau tugas." Jelas Mia yang sudah hafal dokter yang tugas di poli kandungan. " Ok. Saya jam lima ini ada operasi caesar dan ada sedikit keperluan, tolong nanti pasiennya dialih ke dokter Dirham. ya...? Saya Coba telepon beliau." " Baik. dok." " Oke, panggil antrian pertama." Suster Mia keluar dan memanggil antrian pertama, Seorang ibu muda dengan hamil 7 bulan dan masih cantik dengan perut membulat memasuki ruangan Dokter chelsea. Sp.Og Tiga tahun sudah setelah malam pertunangan David, Chelsea menganggap itu adalah kenyataan yang harus ia jalani, kini ia dekat dengan dokter ilham, dokter spesialis mata yang selalu membimbingnya, bahkan dokter ilham terang terangan ingin melamar Chelsea. Setelah Ucapan Chelsea di bioskop. Dimulai hari itu dokter Ilham sangat mengagumi sosok Chelsea, yang polos dan tidak banyak tingkah. Ia mengutuk David yang membuat dirinya menderita hingga sekarang dan sangat sulit mendapatkan jawaban 'iya' dari mulut Chelsea. dan menemani hari - harinya bersama chelsea. Ia tak lagi mengingat sakit hatinya pada david. *** Hari ini Adalah malam minggu. Dokter Ilham tidak ada praktek atau dinas di malam minggu. Ia sengaja menunggu diteras menunggu Chelsea keluar. Berharap Chelsea dandan maksimal karena malam ini adalah acara malam sejawat para dokter spesialis mata. Dan Dokter Saraf. Ilham tidak sabar menunggu Chelsea keluar dan menggerak-gerakan kakinya tidak sabar. diteras menunggu datangnya chelsea dari dalam rumah, padahal sudah 1 jam alu mama mempersilahkan Ilham masuk ke ruang tamu untuk menunggu di dalam rumah saja sambil menikmati kopi dan kue buatan mama. juga sudah ditemani papa diters ngobrol ngalor ngidul dan akhirnya papa masuk kedalam karena cuaca mulai dingin. " Bagaimana?" Chelsea keluar mengenakan gaun.peach warna yang sudah diintip oleh ilham. Dan diintip sewaktu dirinya mengambilkan gaun milik chelsea. " wow.." puji Ilham. ia berdecak kagum. Chelsea diam dan malu. " Apa tidak terlalu mencolok? Saya tidak mau terlalu menonjol di depan umum." Ucapnya malu. Ilham menggeleng. Justru penampilannya dibilang sempurna, Chelsea terlihat sangat anggun dan simple. Tidak banyak manic di pakaiannya dan hanya terlihat brukat dipinggangnya dengan liontin mutiara kecil dan kalung emas putih yang sangat tipis. Dengan anting mutiara. Rambutnya hanya diikat ala bintang korea, dengan rambut belah dua dan bando mutiara saja. Dan lipstick peach. Sekarang ilham memujinya seperti artis korea Park shin hye. Artis korea yang selalu menjadi artis favorite Chelsea dan mode pakaiannya. " Mirip..." ucap Ilham dihentikan oleh Chelsea dengan matanya. Dan memukul bahu Ilham. " Sudahlah, kita berangkat." Chelsea meminta Ilham jangan banyak bicara. Sekarang Chelsea terlihat tidak murung dengan bisa berusaha melupakan David dalam hidupnya. Bahkan hampir tiga tahun mereka tidak pernah bertemu. Itu membuat ilham bersyukur jika tidak ada David bisa saja hubungan dengan Chelsea berjalan mulus dan sempurna. Rani mengungkapkan bahwa David sedang menyelesaikan sekolah spesialisnya di Jerman. David kembali memperdalam ilmunya dibedah Syaraf. Mereka memasuki mobil dan menuju perjalanan ke Hotel bintang lima dijakarta. Chelsea berusaha sebisanya untuk hidup kembali. Move on dari David. Ia sudah menerima kenyataan sekarang. Bahwa kisah cinta pertamanya tak akan mungkin bisa kembali, ia harus terus menjalani hidup kembali dengan seseorang nantinya. Chelsea sudah siap dengan Ilham, Meskipun Status mereka hanya ' pacaran' dan belum melangkah ke tahap pertunangan atau lamaran. Walaupun Keinginan terbesar Ilham Adalah melamarnya dan tidak melangsungkan pertunangan. Tapi keinginan itu masih ditolak Chelsea, Ia masih bingung karena ia belum siap lebih jauh lagi. Tadinya Ilham mengira jika Chelsea tidak siap karena, Ia masih mencintai david atau menunggunya putus dari rany. Tapi dugaan itu tidak benar. Karena Chelsea hanya takut mengecewakan Ilham. Ia takut menyakiti hati Ilham jika ia belum sembuh dari lukanya. " Kamu terlihat Cantik, Malam ini." rayu Ilham. Chelsea hanya senyum kearahnya. Dan menarik nafasnya dalam-dalam. menikmati perjalanan menuju tempat yang dituju oleh ilham, menemaninya dalam acara para dokter sejawat. __________ Gedung Pencakar langit itu sudah terlihat, Ilham membelokkan Stir mobilnya perlahan. dan memasuki area parking Valet. " Yuk.." Ajak Ilham. Mengenggam jemari Chelsea yang masih terlihat kosong jari manisnya, Ada keinginnan terbesarnya mengisi jari manis itu dengan cincin yang indah. Ilham menarik nafasnya. " Tegang sekali, sayang." Ucap Chelsea memperhatikan Ilham masih membenarkan dasi kupu-kupu miliknya dengan Tuxedo. " Ah, benar ini membuat saya gugup." Ilham membuka pintu mobilnya dan disambut supir parking valet. Chelsea turun hati-hati. Ia memandangi langit yang cerah dan penuh bintang malam ini. Udaranya pun masih tercium segar. Mereka turun dari mobil dan langsung di parking valet oleh petugas. Chelsea mulai menggandeng lengan Ilham, karena ilham memberikan tangan miliknya untuk jalan berdua kedalam ruangan bersamanya. Chelsea senyum pada wajah ilham. Lalu dibalasnya seketika. Mereka tampak seperti pasangan pengantin muda yang bahagia. " Saya deg-degan, Ilham." Ucapnya gugup. " karena kita belum pernah jalan berdua, didepan para dokter.., pasti nanti ada salah satu dari mereka nyebar gosip." desisnya . Ketika masuk kedalam ruangan mereka difoto dan divideokan. Chelsea hanya melambai tangan dan mengangguk. Ilham tersenyum sumringah dan memperkenalkan Chelsea sebagai calon istrinya. Ialu membuat Chelsea merah dan malu. Juga Shock. Ilham jelas tidak mengetahui jantung chelsea berdetak begitu kencang tidak biasa. Chelsea masih sebisanya menjaga ritme jantungnya. dengan mengatur nafasnya perlahan. Fuuuuhhhhh... Chelsea membuang nafasnya. Ada perasaan aneh kini menyambar hati Chelsea perlahan. jantungnya seolah meloncat-loncat. ada soda api kecil yang membuat gelembung dalam darahnya ketika, Ia melihat wajah Ilham begitu berseri dan membuat dirinya memerah, dan jantung nya meloncat. Degg Ia memegangi dadanya sejenak. " Kamu ngak pa-pa, sayang?" Tanya Ilham. memastikan bahwa Chelsea sehat. Chelsea mengangguk dan senyum kearahnya. Kini Ilham dan Chelsea duduk dibangku yang sudah disiapkan. Mereka duduk di meja yang ada nama mereka. " kenapa kamu..." Ucap chelsea terpotong ketika para sahabat Ilham meyalami mereka di meja. Ilham langsung menjabat tangan mereka dan melebarkan senyuman, Chelsea pura-pura melihat ponsel miliknya. Masih mencoba menghilangkan rasa gugup dengan degupan kencang. Hari ini ia sedikit gugup karena menghadiri seminar dan jamuan para rekan sejawat. Kabar dari Feby bahwa hari ini akan ada penobatan dokter terbaik. Ilham termasuk dalam kategori itu. hembusan kabar dari Feby dan Sule yang keppoin Chelsea. Itu membuat diri chelsea semakin yakin, Ilham memang lelaki yang baik untuk dirinya. " Saya kira acara biasa, tapi.." Ucap Chelsea ditangkap manis oleh Ilham. " Dan..., Kenapa kamu bilang saya calon istri kamu?" Ucapnya sedikit marah dan membuatnya rona pipinya memerah. Ilham Diam dan mengacuhkan omelan Chelsea. Ia hanya senyum kearah chelsea. Menatapnya, Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Ilham selain senyuman untuk Chelsea. " Tapi alangkah baiknya jika saya bilang kamu adalah istri saya.'' itu tiba- tiba meluncur dari mulut Ilham yang membuat Chelsea semakin malu. Chelsea menatapnya tidak percaya, Itu jawaban yang indah yang meluncur dari mulut ilham. Ia sungguh serius menginginkan Chelsea menjadi Istrinya kali ini. Tadinya Chelsea menganggap mungkin keinginan Ilham hanya sesaat. Tapi setelah beberapa tahun ini Chelsea memikirkan ulang permintaan Ilham. Mama dan papa pun sudah memberikan lampu hijau untuk Ilham. Karena Ilham tipikal menantu idaman mereka, Bukan hanya karena gelarnya Dokter. Tapi Ilham lebih dewasa dari Chelsea yang nantinya akan melindunginya. Tepuk tangan Meriah dari Audience. menyambut Mc mulai bicara, dan mempersilahkan Prof. Untuk membuka Acara. Prook...Prok..Prok.. Riuh tepuk tangan hangat menyambut salam dari Profesor. Mereka disambut meriah oleh audience. Chelsea memperhatikan. Lalu tiba-tiba ia merasakan ingin pergi ke toilet sebentar. Kembali memeriksa dandanan wajahnya apakah pucat ataukah terlalu glamour. Ia pamit sebentar pada Ilham. " Saya ke toliet."bisiknya Ilham mengangguk dan masih melihat Profesor Albert. di depan bergurau dan bercerita perjalanan dirinya sewaktu menjadi dokter. Ia memperhatikan dengan seksama. Serius, Apa yang sedang diceritakan. Beberapa menit Chelsea menatap cermin dan hanya memandang wajahnya dicermin. Tidak ada yang salah dan hanya menambahkan warna pink sedikit supaya tidak terlalu pucat. Kini ia merasakan dandanan dirinya tidak terlalu pucat karena lampu diruangan sedikit temaram. Tersenyum kembali pada cermin dengan pantulan manis dari wajahnya. melangkahkan kaki kembali keluar dari toilet. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN