Selamat tinggal

1754 Kata
Bab. 5. " kapan kita akan menikah?'' " Tunda saja." " Sampai kapan, dav. 2 tahun ini kamu mau tugas ke luar kota terus lanjutin study kamu dijerman. kapan kita akan menikahnya?" " Sampai kamu memutuskan hubungan kita, dan bilang pada ayahmu bahwa kamu batalin pernikahan kita." " Pasti karena Chelsea, chelsea, dan terus dia dalam otak kamu. dav. bahkan saat kita jalan makan diluar saja kamu sering salah mengucap nama." " sudahlah, aku ngak mau bertengkar." David sibuk memasukan keperluan pakaiannya kedalam koper, ia memasukan beberapa buku dan baju miliknya. sesekali ia menatap jam tangannya. Ia takut ketinggalan pesawat. Rani memeluknya dari belakang, david hanya diam. " kita percepat pernikahan kta bagaimana? setelah kamu tugas keluar kota, setelah itu aku akan ikut ke jerman temani mu disana."rayu rani kedalam telinga david. david melepaskan tangan yang melingkar keperutnya. " Maaf, kita sudahi saja." suaranya dingin, membuat hati rani mencelos seketika. Rani kalap, matanya melotot ke wajah david, ia membalikan badan david seketika. dan menampar david. Plakk.. Rani langsung membuka kancing bajunya seketika dihadapan david, ia mengacak - ngacak rambutnya. dan melepas Bra miliknya. david melihatnya wajahnya langsung merah, ia melengos seketika membuang wajahnya dan langsung melemparinya selimut. " Apa yang kamu lakukan.." teriak david. " Seharusnya apa yang akan kamu lakukan." teriak Rani. " jangan pikir, aku bodoh. kamu mau aku tanggung jawab atas kamu. kamu mau berteriak bahwa aku mau perkosa kamu, ciih..." David meludah. " Picik, kamu. ran."lanjutnya. Rani hanya menangis. " aku akan teriak, biar kakek percaya kebodohan kamu, dav." " Silahkan." " Tapi biar visum, yang membuktikan bahwa kau hanya mengarang saja." Rani memeluk david sekuatnya. ia tak mau melepaskannya. " Apa chelsea begitu menarik bagimu." " jangan paksa aku berbuat kasar. ran." Rani melepaskannya, ia menangis. david menutupi nya dengen selimut. " Maaf, ran. aku ngak bisa paksain hatiku buat kamu. bereskan pakaianmu. aku pergi.." " David. ternyata kamu itu bodoh. aku ngak akan lepasin kamu, biar kamu menderita seperti aku.." " baiklah terserah, lambat laun. aku yang memutuskan." " david.." isak rani. David menyeret kopernya, ibunya menyaksikan itu, ia menatap david. dan mendengarkan percakapan mereka. ibu ayumi hanya membelai wajah anaknya. dan berucap " hati..hati, nak." Ia masuk ke kamar david merapihkan kamar david kembali, membantu rani berkapaian. wajahnya sudah luntur karena air matanya, ia menatap calon mertuanya malu. Rani selama kuliahnya ngak pernah sungguh - sungguh berkuliah dan kerjaannya hanya klabing bersama teman- teman mona dan willy. tadinya jika bersuamikan david akan bahagia, karena selama ini ia iri hati pada chelsea yang terlihat bahagia ketika bersama david. " sudahlah, nak rani. jangan pernah paksa hatinya, bukannya nak rani tau kalau selama ini ia diam dalam rumah ini sudah sangat menderita, hanya karena ia menghormati saya sebagai ibunya. ia masih menurut.dan mau bertunangan juga." " tolonglah, bu. bujuk david untuk tidak membatalkan pernikahan kita." Ibu ayumi menggeleng. " ibu sudah salah membawa dia kerumah ini, sejak beberapa tahun ini. ibu tidak pernah mendengar ia tertawa bahkan senyum. ibu mersa bersalah.." "bu, tolong saya. kenyataan david memang ngak akan bisa bersatu dengan chelsea. mereka ngak akan pernah bisa bersama" " Ibu tau, david juga tau, kalau sampai kapanpun ia ngak bisa menikahinya. Tapi ia ngak bisa membuka hatinya saat ini. bersabarlah.., suatu saat mungkin david akan membuka hatinya." " tapi, bu.." " kalau dengan cara menjebak seperti ini, nak rani. hanya memalukan diri sendiri, justru akan semakin ia benci." " pikirlah baik - baik." Ibu ayumi bangkit setelah melihat rani sudah memakai lagi pakaiannya. *** David sudah sampai dibandara, dengan koper miliknya. ia melihat chelsea tersenyum melambaikan tangan. ia juga senyum dan membalasnya. " chel.." desis david, jantungnya meloncat. ia melangkah kearah chelsea. Chelsea melangkah kearahnya, dan berlari. rambutnya dibuat terurai begitu saja dengan kaos putih dan celana jeans. seseorang dari arah samping david menyenggol bahunya, lelaki itu mempercepat langkahnya dengan senyum sumringah. lelaki itu memeluknya hangat. dan chelsea menyambutnya dengan pelukan. tepat tidak jauh dari pandangan david. Ia menyadari bahwa, lambaian tangan itu bukan untuknya, ia merasa malu. dan untung saja wajahnya ditutupi masker, mungkin juga chelsea tak menyadari bahwa ada david di hadapannya. Chelsea tak menyangka lelaki yang sedang berdiri melihat mereka berpelukan itu ternyata david, karena david menutup wajahnya dengan masker dan topi. Ia tak menyangka bahwa Chelsea sudah melupakannya. ia mundur beberapa langkah. dan membalik. membawa koper dan hatinya jauh dari chelsea. Ia berhenti di gate penerbangannya. duduk menanti jadwal berangkatnya tinggal setengah jam lagi. tak ada kata selain menatap kakinya. membayangkan bahwa chelsea bisa kembali sebahagia itu melihat lelakinya. " chelsea, benarkah..kamu.." Ia memegang dadanya tak percaya, selama ini ia mempercayai bahwa jika chelsea tidak pernah bisa untuk melupakannya. hingga ia harus kejam padanya. tapi kali ini kenapa ia merasa chelsealah yang kejam padanya. disaat ia belum bisa beranjak hatinya dari chelsea, sedangka ia sudah membuka lagi harapan baru untuk orang lain. david juga mengingat betapa hancur dan terlukanya chelsea ketika ia melihat dirinya bertunangan dengan rani. Ia membayangkan hati yang terluka saat ini mungkin bukan apa-apa ketika chelsea melihatnya bertunagan. Ada raut sangat kecewa. ia juga jadi teringat rani yang menangis mengemis cintanya. kali ini ia sama merasakan sama- sama kecewa terhadap seseorang. Ia menyeret koper dan ranselnya. menarik nafasnya berulang kali. membawa cerita sedih nya hari ini untuk beberapa hari, bulan, ataukah tahun kedepan. " selamat tinggal, chel.." _________________ Sudah hampir setahun ini Rani menghilang, david juga menghilang tak ada kabar dari mereka. Sule dan feby masih sering mengunjungi chelsea di poli. Saat ini yang selalu menemani chelsea adalah Ilham. sampai saat ini pun ilham tak mau ketinggalan kalau chelsea ngajak nonton. ia pasti dengan sigap pergi wlau pasiennya masih antri.ia terlalu mabuk cinta pada chelsea. bahkan selama satu tahun ini Ilham hanya berani memegang tangan chelsea dan hanya mencium keningnya saja. Ia tak pernah macam - macam dengan calon istrinya.Ia masih menghargai chelsea yang tidak memberikan ilham untuk menyentuh bibirnya. Mereka makan, nonton, jalan - jalan ke taman hiburan bersama dan berlibur keluar kota. Chelsea menikmati harinya bersama Ilham meskipun statusnya ngak jelas begitu kata ilham. kalau ia nembak chelsea, chelsea tak pernah mengatakan iya atau merespon berlebih, ia hanya senyum. dan meledek ilham. " kita main kemana minggu ini?" Tanya ilham menyendok makanan ke piring chelsea, dan memberikannya lalu menatap lagi wajah chelsea. " gimana kalau kita main ke jungleland bogor, yuk." Chelsea masih mikir mikir, setelah ia main di taman hiburan sebelumnya, ia masih belum bisa nahan tawanya kalau ia liat ilham muntah - muntah naik kora - kora. " Nanti muntah, lagi.." Ilham hanya senyum malu. wajahnya memerah. " bawa plastiklah." "ah, males. mending kita petik stroberi di lembang?" " belum berbuah, aku udah serching.." " sok tauk." " iya, orang yang punya kebun nya pasien aku.." " haha..ha. memanfaatkan koneksi." " jadi mau kemana?" " emang ngak ada tugas, dinas?" " belum, sebelum aku nikahin kamu dulu." " plis.." mata chelsea menembak lagi, jika ilham mengajaknya menikah. " ayolah.." " ya, plis..chelsea. sampai kapan ngak ada status." " masa.." " terusan begini, kapan kamu mau terima aku.." " ya, ampun ilham.., ini ngak cukup buat kamu.." " ngak." " ya udah, makan. jangan berantem..., emang kamu ngak ada puasnya.." " well.., kapan keluarga kamu mau terima keluarga aku?" " ya ampun, mama papa welcome.., no problem." " ya, i know, justru masalahnya itu..you.." " why, me..? it's you.." Ilham menarik nafasnya ngak mau debat lagi, selama setahun ini mereka berdua layaknya pacaran, tapi chelsea ngak pernah bilang kalau dia mencintai ilham, ia hanya menjalani seperti layak pacaran saja. ngak ada kata mesra dan hanya jalan. Ilham butuh lebih dari itu.., ilham butuh kepastian. Chelsea memikirkan hal yang sama, ilham justru malah terbalik yang selalu dipintanya adalah kepastian bukan langsung saja kasih cincin kayak ala korea gitu, pas diner kan kejutan. ia muak ilham terus berkata kepastian. Selama makan siang ini ia senyum - senyum melihat ilham seserius ini makan. mungkin ia marah karena chelsea ngak pernah negasin bahwa mereka pacaran bukan dekat. Chelsea hanya takut kecewa lagi. baik status pacaran atau bukan toh selama ini ia menganggap ilham pengisi hatinya yang kosong. ia masih belum bisa membedakan cintakah atau ia hanya nyaman bersama ilham. " sudah.." Ilham mendongkak. " apa?" " marahnya.." ledek chelsea dengan senyuman. Ilham menggeleng. " oke, lanjutin." ucap chelsea mulai cemberut. " tuh, kan. sekarang kamu yang ngambek." " jadi aku harus apa, oke..., sayang aku setuju. apa kamu ngak bisa lihat kita selama satu tahun ini. aku ngak pernah macam - macam selain praktik, ke klinik, rumah, main juga sama kamu terus..." Ilham mengangguk. " oke, nanti aku tanya lagi ditempat yang tepat. tapi pokoknya nanti kamu jawab iya. aku butuh pasti." Chelsea mengangguk. " baiklah. sekarang mau kamu apa? nanti kalau aku jawab iya, apa akan berubah jadi spesial kalau aku jadi tunangan kamu, bukankah selama ini aku ngak pernah mikirin lagi orang lain selain kamu, ngak pernah jalan selain sama feby dan sule, ngak pernah jalan - jalan liburan lagi selain sama keluarga dan kamu..terus salahnya apa?" " aku mau kita menikah, chel." Chelsea terbatuk. Uhukk,,,uhukk " ya, aku sedang memikirkan." " terus apa pikiran kamu?" " nanti, belum aku pikirin lagi.." Chelsea nyengir. " Apa karena, david?" " plis, jangan sebut namanya. aku sudah sebisanya ngak sebut nama itu, selama ini aku isi kamu difikiranku. sungguh.." Ilham diam, ia melihat matanya berkaca - kaca. " baiklah, jadi kita sttusnya apa?" Chelsea terbahak, ia masih melihat ilham hanya simpel mau chelsea bilang kalau dirinya dan dia itu " pacaran.." tapi berat bagi chelsea nyebutin kata itu. " udah, ah. percuma kita jalan selama ini.." Chelsea bangkit setelah menghabiskan orange jusnya. Ilham mengejarnya, Chelsea membalik lalu senyum. Mereka keluar dari rumah makan dan lanjutin lagi rencana mereka untuk jalan ke lembang petik stroberi dan bemalam di hotel dengan dua kamar terpisah. Justru itu yang semakin Ilham inginkan segera memisahkan dinding yang menisahkan mereka untuk bermalam bersama dan dihalalkan. Selama perjalanan ilham senyum - senyum, ia masih membayangkan kalau ia menikahi chelsea, dan liburan ke bali atau ke eropa seperti yang chelsea inginkan. " jadi nanti kalau kamu bilang iya, mau liburan ke mana?" " apa lagi sih, ngekhayal lagi.." tambah chelsea. " mau honeymoon kemana?" " aku mau ke eropa. kalau kamu.." " hawaiii.." " kenapa hawai? apa kamu.." " apa? maksud kamu mau liat bikini gtu..?" " ya,,ya, bisa jadi.." " No. no hawai.." Mereka saling lempar pertanyaan dan perang argumen lagi, ngak ada habisnya hingga chelsea memutuskan untuk tidur sebentar, jangan mengganggunya kali ini. Ilham mengiyakan, menuruti perintah princessnya. ia kembali senyum liat wajah chelsea lelap. menuju lembang. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN