Endless love my destiny ( episode terakhir)

1801 Kata
Bab.14 Endless love my destiny *** Sebagian kenangan biasanya hanya tinggal kenangan , atau terkadang kenangan indah itu selalu disimpan dan dikubur dalam dalam. Setiap manusia pasti memiliki Cinta pertama dan juga Cinta terakhir. Cinta terakhir Chelsea adalah Ilham dan Cinta pertamanya adalah Pamannya. Bagi David Chelsea memang sudah meninggal tapi hanya untuk kisah cintanya, Tapi Bagi Ilham Chelsea adalah kehidupan dirinya. Dan awal mula hidup untuknya. Chelsea adalah anugerah terindah yang ia miliki. *** Suara pecah Tangisan bayi laki-laki. menghiasi ruangan operasi hari ini, bayi dengan berat 3,5 terlahir sempurna dan sehat. Terkadang disaat ada kematian adapula kehidupan, seorang putera telah lahir dari seorang ibu. Bayi lelaki yang sehat Lahir dari tangan Dokter. " Selamat. Bayinya laki-laki." Ucap Dokter " Terima kasih Dokter." Hari ini pasien caesarnya begitu sehat, juga bayi lelakinya, hanya karena ketubannya rembes jadi anak itu harus segera dikeluarkan dari rahim ibunya. Dokter itu setelah menutup kembali luka Caesar dan beres operasinya keluar dari ruangan operasi. ia bernafas lega. " Dokter anda sudah ditunggu." Ucap salah satu suster di poly kandungan. Dokter itu mengangguk, dan melepaskan sarung tangan karet dan jas sterilnya. Ia berjalan keluar ruangan operasi dan menuju poly dimana tempatnya bertugas. " Kali ini operasinya sedikit lambat, betulkah?" tanya seorang lelaki yang menyanderkan tubuhnya di dinding dengan segelas coffe latte ditangannya. "Hmm.." dokter itu hanya mengangguk dan melebarkan senyuman untuk lelaki dihadapannya. " Selamat.. Chelsea. " Ucap Lelaki itu. " Hmm..thanks . Dave.." Balasnya. Chelsea melebarkan senyuman lesung pipit miliknya , dan menerima segelas coffe latte setelah ia berhasil Operasi. " Gimana kabarnya Ilham?" Tanya David. " Besok Ia kan pulang. Aku sudah tidak sabar memberitahukan berita baik ini." " Berita apa?" " Hmm..jangan kaget. ya?" " Apa??? Sibrengsek itu..Dia.." Chelsea manyun. David membelak dan menggulung kemeja lengan panjangnya. Mata Chelsea berseri-seri ketika melihat wajah David kini telah menjadi David yang dulu. Bukan lagi David yang dingin. Kini ia bisa mengobrol kembali santai dengannya dan berbagi cerita pasien karena mereka satu rumah sakit. kini chelsea lebih bahagia disayanginya kembali sebagai paman nya. Meskipun masa lalu telah ia kubur dan David kubur, kini hubungan yang sekarang lebih sangatlah indah. Hubungan Antara Paman dan keponakan. ia bersenda gurau lagi dan meledeknya karena perawat yang ada dipolinya naksir berat. David masih membelak meminta jawaban yang membuat dirinya kesal. " Berita apa? Apa tidak boleh sedikit saja dibocorkan." " Ng, nanti jadi tidak kejutan lagi." " Apa.." David semakin tidak sabar, ia mencubit pipi Chelsea bagai anak kecil. chelsea meringis. " jadi tidak mau beritahu paman?" Chelsea senyum melebarkan giginya. Ia mendekatkan bibirnya ketelinga David. Membisikan sesuatu yang membuat David membelak. " Ya, allah, Benar itu. dasar pria b******k ... bisa bisanya.." Ucapnya tidak percaya. Ia hampir saja tersedak ketika meminum Coffe creme miliknya. " ah...sudah kuduga, Ilham.." SSssststststst.... Chelsea menutup mulut david, jangan berisik. aku malu. " Ah, jangan sampai rahasia ini bocor. Sebelum aku memberitahukan pada Ilham di bandara." ancamnya. Kini mereka tertawa dilorong dan duduk di bangku penunggu pasien. Bercanda menghabiskan waktu mereka berdua ketika jam praktek mereka usai. Chelsea Dan David dipertemukan kembali Dirumah sakit mereka tugas. meskipun sangat melelahkan menjadi dokter Chelsea dan david begitu bahagia, karena ini adalah mimpi mereka sebelum bertemu. Chelsea masih meledeknya, dengan perawat yang menyukainya. menurut chelsea perempuan itu akan cocok menjadi bibinya nanti, ketibang perempuan sexy yang naksir david di ruang poli. mereka saling berbagi pengalaman pasien yang aneh - aneh. ___________ Pulang mereka tugas david mengantar chelsea ke bandara, ia bersikeras untuk menjemput ilham. "Aku sudah bilang kita menunggu disini." Ucap Chelsea kesal. " Ah, si Ilham itu kenapa harus malam sih pulangnya, jadi jemputnya hampir tengah malam , begini." Kutuk David Kesal. " Ooh, jadi paman gak rela nih jemput Ilham pulang dari Swiss." Cemberut Chelsea. " Bu..bukan. Begitu.., tapi besok harus bangun pagi buat jam operasi pasien." " Hegh..alesan." David mencibir meledek Chelsea kesal. Malam ini, Chelsea memakai matel tebal. Dan menguncir rambutnya. Berdiri Masih menunggu Ilham datang, dari pesawat di tempat penjemputan dari luar negeri. Hujan malam ini begitu lebat. Terlihat jelas dibalik kaca Bandara. Beberapa kali bersin, Chelsea sedikit tidak sehat dan hidungnya mulai tersumbat dan bersin- bersin. "Duduk saja disana... " Perintah David. " Dasar bandel." Chelsea menggeleng. meskipun kondisi badan yang kurang fit, ia tetap menginginkan jemput Ilham di bandara, ia sudah sangat merindukan suaminya. Walaupun Ilham melarangnya untuk tidak menjemput dan biar dirinya pulang naik taksi. tapi chelsea sudah sangat rindu pelukannya dan suaranya. " Sayangg....!!!" Teriak Chelsea. Ia melambai-lambai kan tanganya girang. Ke arah Ilham yang masih celingukan. Ilham tersenyum. Melebarkan giginya, berjalan santai dengan topi hitam dan jas winter hitam panjang. Menuju arah Chelsea dan David. Ilham mengernyit, melihat Chelsea sedikit berubah. Pipinya mulai tebal dan badannya sudah sedikit montok. Ia masih memakai mantel tebal yang menutupi tubuhnya. " Kejutan..!!!" Teriaknya Chelsea melihatkan perutnya yang sedikit gendut dengan pita di perutnya. Ilham tertawa, dan reflaks memeluk Chelsea. Senyumnya melebar dan beberapa kali mengecup rambut Chelsea. " Sudah berapa lama?"ucapnya girang. "Kenapa baru bilang! " " Hmm..., sudah empat bulan, setelah kamu mendapat tugas perbantuan disana. Sebenarnya, mau bilang di awal tapi nanti gak seru..." "Akh..., saya tidak percaya kalau sebentar lagi akan menjadi ayah."tawanya bahagia dan tidak percaya, Ia masih melihat perut membesar pada tubuh Chelsea. Dielus nya. David senyum melihat mereka. Andai dirinya jadi ayah, pasti ia akan sangat bahagia bagai Ilham sekarang. Ini adalah bulan keenam setelah mereka menikah, setelah kejadian tragedi dirumah kakek. Ilham tidak mau menunggu waktu lagi, selain mempercepat pernikahan mereka. meskipun dengan serba dadakan sebulan ia menyiapkan pernikahan dibantu oleh WO ( weediing organizer), setelah chelsea sadar dari operasi dan hidup kembali betapa ia sujud syukur, David pun melihatnya sebagai keajaiban tuhan yang nyata selama ia menjadi dokter. namun sejatinya hanya sang penciptalah yang memberikan kesempatan kehidupan lagi untuk mereka. Setelah sebulan pulih dari operasi, kakek terkena struk. Ibu david sampai sekarang masih mengurusnya sebagai baktinya membalas budi telah menyekolahkan david dan memberi david hak pada kartu keluarganya. David melihat kebahagiaan dimata mereka, ia sudah sadar bahwa dalam dunia ini akan selalu ada kejutan untuk dirinya. Baginya cinta pertamanya sudah meninggal setelah kejadian dirumah kakek. Ia sadar. Ketika operasi itu hampir gagal. Chelsea tidak lagi bernafas meskipun sudah dikejutkan dengan listrik beberapa ribu volt. Chelsea meninggal di meja operasi. Sejadinya David menangis meratapi kepergian Chelsea di meja operasi, Ia memeluk tubuhnya kaku dan sudah dingin. Tidak ada harapan untuk Chelsea hidup kembali selain keajaiban tuhan dan mujizatnya. Sudah lima belas menit Chelsea meninggal di meja operasi, David keluar dari ruangan, dengan mata merah dan sembab. Ilham masuk dan tidak percaya. Ia memeluk tubuh chelsea dan membacakan beberapa potong ayat. Lalu Beberapa menitnya. Alat detector jantungnya naik lagi dan Chelsea mulai lagi bernafas. Twitt... Tiiitttt... Ilham terkejut dan hampir membunuh David karena melepas operasi begitu saja. " Dokter macam apa kau" Ilham meninju pipi David, hingga membuatnya tersungkur. "Chelsea, masih hidup!". Teriak Ilham kesal. David kembali ke ruang operasi, dan ia benar melihat alat itu kembali berfungsi. Dan para dokter kembali mengambil tindakan. para dokter menggeleng, mereka pun masih heran. Padahal Chelsea lima belas menit lalu meninggal dan tidak ada reaksi sedikit pun meskipun sudah dikejutkan oleh mesin. David mengelus dadanya, setelah tubuh chelsea normal. Dan siap dipindahkan ke ruang perawatan. David telah kehilangan cinta pertamanya,dimeja operasi tapi Ilham mendapatkan cinta sejati dan terakhirnya. kini kenyataan itu telah tampak dan jelas. Kehidupan telah kembali pada Chelsea. Itulah kehidupan baru untuk dirinya dan Ilham. " Eh..sudah-sudah, sudah malam. Besok paman ada jadwal operasi" Ledeknya. " ha.ha.ha.. sekarang kau akan menjadi kakek..!!" ledek Ilham. " Wah..tua sekali ya.." ucap David meraba wajahnya. " hmmm. Cepat menikah supaya anak kita dapet nenek." Chelsea tertawa. " Hmm. Sekarang aku sudah tidak sexy lagi. " Chelsea melihat cermin yang memantul di spion. "Hmm..., paman..., pengen makan bubur dulu dong. Paman berhenti di tempat tongkrongan bubur malam hari." Rengek chelsea. " Aduh..'' ringis David. Ia menepuk jidatnya. " Ayolah paman." Ledek Ilham. " Oke..oke baiklah..kita naik taksi saja, kasian David. Sayang..." "oh..oh..gak, gak. Jangan aku becanda. Iya ponakan paman sayang..kita kesana ya.." Chelsea nyengir kuda, dibelakang sambil minum s**u kotak miliknya. Ngerjain paman gantengnya sekaligus suaminya yang baru pulang tugas. " Ok..bentar lagi sampai ditempat bubur Chelsea.." Tapi Chelsea malah tidur dan tidak mau dibangunkan. Ia masih tiduran dikursi belakang sesuka hatinya dengan bantal-disekitar jok. Ilham tertawa menatap David mulai kesal. " Suatu hari nanti, jika istrimu ngidam mungkin akan seperti ini." " Ayolah..., bungkus saja." David mengangguk, Ilham memesan tiga kotak bubur. Dan menyimpannya, David menolak makan bubur tapi Ilham tetap saja membungkuskan untuknya. Malam yang kelam dengan rintik hujan membuat Chelsea semakin terlelap dalam mimpinya. " Thanks.. udah jaga Chelsea, selagi saya tugas." " Gak apa-pa, Itu tugas saya sebagai pamannya." Jelas David. " Ah, saya sangat beruntung punya teman." Ucap Ilham bersyukur. " Mala mini Penuh kejutan. Betapa bahagianya saya akan memiliki bayi." " selamat." " Bagaimana sekarang Rany." Tanya Ilham. David sudah tidak tahu keadaan Rany. Ia pergi begitu saja, padahal David ingin meminta maaf padanya karena telah menyakiti hati Rany selama menjadi tunangan nya. "Hmm... Tak ada kabar." " Katanya sekarang kau dekat dengan suster maulida, benarkah..?' " Akh itu gossip." " jadi beneran." Tegas Ilham. " Akh..dapat berita darimana?" Ho.ho.. Semua percakapan itu membuat Chelsea senyum, mereka kini menjadi akrab setelah operasi itu. Chelsea bersyukur hubungan mereka baik juga dirinya dengan David. Ia membawa senyum itu hingga tiba dirumah kediaman barunya bersama Ilham. " nyonya sudah sampai dirumah." Ucap David. Chelsea bangun dan hendak keluar. Ilham membukakan pintu mobil belakang, dibukakan nya pintu dan langsung digendongnya. " Akh...berat sekali." " hihi..hi..sekarang aku 58kilo.hi.hi." jelas Chelsea bertambah berat badannya lebih cepat. " dave, mau bantu aku bawa karung beras gak.?' David menolak dan melambaikan tangannya, ia memutar mobilnya pulang dan melambaikan tangannya. " Selamat berbulan madu kembali.." teriak David. Chelsea masih malu kalau bobotnya bertambah berat. " turunkan.." Ucapmnya malu. Ilham menolak. " nanti punggungmu sakit." Ilham masih menolak, dan berjalan satu demi satu langkah memasuki teras. " Turunkan..!!" rengeknya. " enggak." " Tadi kan kamu bilang , aku karung beras. Jadi harus pake trolly saja.." ringisnya. Ilham hanya tertawa. Dan menyerah ketika ia memang tidak sanggup lagi mengangkat tubuh Chelsea. Chelsea senyum. Ia hampir terpingkal-pingkal. Ketika melihat ilham merasakan pinggangnya hampir retak. " hampir patah.." Ringis Ilham. " thanks.." " Untuk apa.., untuk digendong hanya beberapa langkah saja." Chelsea lalu mengecup bibir Ilham lembut. " Selamat datang kembali, kerumah." " Ah, aku jadi tidak sabar memeluk boneka beruangku.." " ah, beruang???? ikhh..." Ilham memeluknya kembali, mengusap lembut punggung Chelsea, ia menarik nafasnya panjang, dan tersenyum untuk berita mengembirakan ia akan menjadi seorang ayah. " Terima kasih, untuk kamu telah kembali ke dalam hidupku, chel." Ilham tersenyum untuk hari ini dan untuk masa depan dirinya bersama Chelsea, hari ini dan hari-hari yang akan mereka lewatkan bersama dirumah mereka, dan berbagi cerita. *** ( Selesai...)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN