Part spesial. 17+
( Ini konten untuk dewasa ya, anak dibawah umur dilarang untuk baca. )
***
" Sudah berkali - kali aku minta sudah terima saja."
" Terima gimana masa sendalnya beda sebelah sih.."
" Terus kamu mau gimana lagi, chelsea.."
" yah, beli lagi tapi yang edisi terbatas.."
" Oke, nanti aku beli, tapi plis hari ini pakai sendal yang sudah aku belikan kilat dibutik langganan kita."
" kita ngak bisa tunda lagi nikahnya.."
" Ngak.."
" ayolah.."
ilham menghela nafas lalu memakaikan sendal heels cantik untuk chelsea.
" Kenapa??" matanya menembak tajam.
" sebenarnya aku takut malam pertama...hehehehhe.."
Ilham terbahak - bahak mendengarnya, selama ini chelsea membuat alasan dihotel untuk tidak jadi menikah karena takut di malam pertama.
" Apa aku sebegitunya menakutkan, okeh baiklah.."
tingkahnya arogan seperti bocah dan chelsea malah senyum malu memandangnya, ia menghela nafas panjang lalu menghirupnya lagi. ia ingat betul perkataan temannya bahwa malam pertama itu seperti siksaan ternikmat yang elo bakal inget seumur hidup lo nanti, tapi dari pada nikmatnya elo harus jalani siksaan dulu.
"ngak..ng..ah,,,,, oke. fine..setelah kamu jadi suami aku beberapa jam kedepan. kita pakai tiket itu ke hawaiiii.."
Ilham terlihat malu. dan mengangguk.
" aku akan perlakukanmu lembut." Ilham ngasal.
Chelsea mengangguk malu.
Ilham kembali menghampiri chelsea yang tengah duduk membenarkan kebayanya di cermin,
" Chel, apa iya aku sebegitu buruk dimatamu?"
Chelsea menggeleng spontan. dengan jawabannya, ia juga senyum malu betapa ciuman itu dulu membuatnya meletup - letup dan membuat darahnya panas dingin, apalagi nanti malam, mereka berdua akan menginap dikamar hotel ini. ia sudah membayangkan malam yang e****s dengannya dengan kacau balau ia menepisnya berkali - kali.
"su, sudah... ngak usah dengerin ucapan aku tadi."
" Jawab, apa aku terlihat brutal, mungkin kamu belum tau aku juga nanti malu kalau buka singlet aku dan telanjang b***l depan kamu."
" Apa..sih.." chelsea menabraknya dan menutup kupingnya keluar dari kamar dikejar - kejar ilham, bagai anak kecil.
akhhhhhhhh..
_________
Acara akad nikah yang cukup sederhana karena kondisi chelsea yang baru pulih tapi terlihat hidmat, ia meminta untuk resepsi besarnya untuk dilaksanakan tahun depan saja. mengingat akan ada tugas untuk ilham menimba ilmu di Swiss. Tamu yang hadir hanya keluarga inti saja dan beberapa teman dekat seperti Sule, Feby, Tino dan rekan Ilham. mama dan papa jelas mereka menangis haru, mereka bersyukur hari ini bukanlah hari peringatan seratus hari kepergian chelsea melainkan hari kebahagiaan chelsea menikah dengan seorang pria yang sangat mencintainya melebihi david.
Ilham menyematkan cincin dijemari chelsea, ia senyum sumringah dan bersyukur melihat chelsea dibalut kebaya brukat putih dengan manik indah dileher dan hiasan rambut yang sederhana. karena konsep hari ini hanya sederhana, yang terpenting sakralnya dan kekeluargaan. Foto indah beberapa mereka abadikan bersama sanak saudara dan kerabat dekatnya juga bersama david yang hadir dengan batik warna coklat bergaris, memberikan selamat dan pelukan untuk mereka berdua. meski awalnya ilham hampir saja melotot ketika david memeluk chelsea dan memberikan selamat pada mereka.
Chelsea justru tersenyum padanya.
" Thanks paman.."
" Selamat, chels. selamat untuk kehidupan baru bersama ilham."
" Thanks paman, ini juga bukan akhir dari hidup mu, tapi awal menyambut hidup bersama kami."
Waktu tak terasa sudah malam, tamu undangan pun sudah mulai pulang tinggal mama dan papa yang menginap dihotel dan keluarga dari Ilham. Chelsea masuk ke kamarnya sendirian, ia merasa sangat lelah karena tak hentinya bernyanyi berdansa bersama teman dan ilham.
Ia memberikan waktu sedikit untuk ilham bersama keluarga besarnya, meninggalkan mereka di ballroom karena ia jarang berkumpul karena keluarganya sibuk diluar kota mengurus usaha nya.
chelsea membuka pintu kamar miliknya, aroma mawar rose berhamburan dimana - mana, jelas ini sudah sangat dipersiapkan bunga mawar bertebaran di tempat tidur mereka, lilin aroma terapi dan lampu temaram indah, balkon dengan meja dan kursi santai mereka dihiasi banyak kudapan dan sebotol anggur dari teman Ilham. ia senyum kecil lalu memegangi dadanya. ia tau betul kalau malam ini akan jadi hari spesial untuknya, seperti yang disarankan seorang temannya yang sudah menikah ia berusaha semaksimal mungkin dimalam pertamanya. ia membuka pakaiannya dan membersihkan wajahnya, membuka hiasan dikepalanya satu demi satu.
" kenapa susah banget sih, ribet ini jepitannya."dumelnya. ia membuka perlahan, kembali ia melihat wajahnya dan senyum bahwa hari ini ia telah sah menjadi istri Ilham. lalu memasuki kamar mandi membersihkan badannya dari lelah dan keringat. air hangat dari bathub dengan aroma terapi membuatnya sedikit relaks, dan merendam rasa letihnya.
***
Ilham daritadi menunggu chelsea darikamar mandi, ia tidak sabar mengetuk - ketuk pintu kamar mandi. chelsea baru ajah luluran. setelah ia berendam, masih banyak yg harus ia kerjakan dikamar mandi.
tu..tuk..tuk..
" sebentar lagi.. sabar, sayang."
" cepetan aku udah gak kuat sayang."
" Ya ampun bentar, baru ajah aku gosokin." dumelnya dari kamar mandi.
tok..tok..tok..
beberapa kali ilham mengetuk pintu tidak sabar, ia terlihat lemas.
" Plis sayang buka sebentar saja.." teriak ilham. dari balik pintu kamar mandi, tadinya sudah mau ia dobrak saja, tapi itu mustahil menbuat keributan di malam pertamanya.
Klek..
chelsea membuka pintu dengan handuk, dan sikat gigi dimulutnya, matanya setengah melotot.
" apa??" matanya menyembur bulat marah karena ritualnya belum selesai dikamar mandi.
" aku harus buang air sayang.."
Chelsea melongo, ia dikeluarkan dari kamar mandi oleh ilham seketika. dan membanting pintu kamar mandi. wajah ilham terlihat gelisah ngak keruan, saat pintu kamar mandi terbuka.
seketika chelsea langsung terbahak - bahak, ia hampir saja tersedak karena busa sikat giginya belum hilang. Dari dalam kamar mandi ia mendengar suara kentut dan suara gak karuan ilham buang hajat. ia kembali terbahak - bahak. pasalnya ia mengira bahwa ilham gak sabar buat berduaan dengannya dan ngak tahan lagi. ternyata ia ngak tahan karena dari tadi ia menahan buang air selama acara.
lima belas menit kemuadian, chelsea kedinginan. busa di giginya sudah hampir mengering dan hair masker bunga rose nya belum ia bilas.
Klek..
Ilham membuka pintu, ia nyengir kuda. malam ini chelsea tau wajah asli ilham dan kekurangannya, ia hampir meledak lagi menahan tawa. ilham pun ikut tertawa melihat wajah chelsea.
ia menahan malu karena buang gas besarnya dimalam pertamanya yang seharusnya perfect.
" maa..f.." malunya
Chelsea mendorongnya, sudahlah aku belum selesai mandi. ilham menawari ikut masuk. chelsea menggeleng dan mengeluarkan ilham seketika.
" mesum.."teriak chelsea.
Ilham kembali meledeknya dengen mengetuk pintu, dan kembali diomeli chelsea. Ia berjalan ke balkon duduk dikursi malas sambil menunggu gantian mandi. Meminum jahe hangat yang sudah disediakan dan kudapan kecil yang manis untuk mereka berdua. ia menyanderkan kepalanya dikursi, memejamkan mata lelahnya dengan membuka kacamata tipisya.
_______
chelsea keluar dari kamar mandi dengan kimono dan baju tidur didalamnya, ia melirik ilham tidak ada di tempat tidur ia juga tidak menemukannya di ruang santai, tapi menemukan ilham tidur dikursi santainya. chelsea duduk disampingnya sambil mengelus rambut ilham pelan dan menyelipkan senyuman.
ia meneguk minuman jahe yang ada di meja, Ilham bangun karena tercium aroma segar dari bunga rose milik chelsea.
" Oh, sudah selesai. aku mandi dulu.."
" kalau lelah istirahat dulu saja, kita ngobrol."
" badanku lengket, supaya wangi juga malam ini." genitnya. chelsea membuang nafasnya dan mengeleng kepala ngak nyangka bahwa ilham bisa juga genit. ia menepuk jidat.
cuuupp.
Ilham mengecupnya kilat dan pergi ke kamar mandi, sekarang ia spontan, membuat chelsea merah.
" pergi, sana..mandi, bau.." ledeknya.
Chelsea menikmati udara dari hotel bintang dengan pemandangan yang indah, ia ingat sewaktu ia dikatakan sudah meninggal. ia berada di puncak gunung bersama david tapi ia ngak bisa pergi karena menunggu seseorang, dan benar di mimpi itu ilham datang memanggil dan membawa mama dan papanya.
" lagi mikirin apa sayang." peluk Ilham dari belakang melingkarkan tangannya keperut chelsea yang tengah memandangi balkon dengan pemandangan indah. nafasnya tercium segar obat kumur, dan mengecup rambut chelsea berulang kali. " aku bersyukur, kamu kembali lagi.."
chelsea mengangguk, ia sadar ia sudah selamat dari ambang kematiannya.
" thanks, karena sudah mencintaiku sampai hari ini."balasnya. ia membalikan badan, ilham masih menggunakan handuk mandi dan masih basah. mendekatkan kepalanya dan mencoba mengatur nafasnya, ia mulai mencium chelsea pelan dan mengulum bibirnya perlahan, chelsea membalasnya, ia kembali mengatur nafasnya, menciumnya kembali kali ini semakin hangat dan berdurasi, chelsea terus membalasnya, hingga ilham kembali memandangi wajah chelsea sudah siap ataukah belum.
Chelsea mengangguk pelan. Ilham menggendongnya memindahkannya ke tempat tidur membuka handuk mandinya melihatkan celana boxernya saja. ia kembali mencium chelsea lagi, semakin lama, membuka penutup p******a chelsea dan melepaskannya, chelsea masih menutupi dadanya , ilham hanya senyum dan ia lanjutkan lagi mencium chelsea dan mencumbunya sekrang, ia mulai tidak sabar nafasnya mulai tidak beraturan.
Chelsea menahannya.
" tunggu, aku takut.." desisnya.
" percayalah.." desis ilham kembali membuka sebagian baju tidur chelsea dan membuatnya terlihat semua tanpa busana, ilham menutupinya dengan selimut, dan kembali mencumbunnya membuatnya merasakan panas dinginnya udara, dan soda soda api yang membakar tubuhnya saat ini, apalagi disaat ia mencium semua anggota tubuh chelsea, ia menahannya mati - matian. lalu tiba tiba ia merasakan sakit di selangkangannya. perlahan lahan membuatnya hampir menjatuhkan airmatanya, tapi masih ia tahan karena ilham tak melepaskan ciumannya dari bibir chelsea,
Chelsea merintih kesakitan, ilham masih menahannya dan menanyakannya. kali ini chelsea menahan nafasnya, dan membiarkan ilham saja yang menguasai malam ini.ilham memagangi jemari chelsea meneruskan ritmenya secara beraturan, chelsea menahannya meski kesakitan. ia tau kalau ilham sebisa mungkin membuatnya nyaman, ia berulang kali menanyakan " kalau sakit sudahi saja.."
Chelsea menggeleng ia tak mau membuat ilham kecewa walau sakitnya sampai ke ulu hati, ia kembali mencium Ilham dengan perlahan, dan membiarkan ilham diatas tubuhnya beberapa saat untuk menikmati malam pertamanya ini.
Chelsea menahan rasa sakitnya hingga mencengkram punggung ilham, satu, dua , tiga ritme mulai tidak beratur dan membludak , hampir saja chelsea mau teriak dan langsung dibekap oleh bibir ilham. ia menahan nafasnya sedetik, dan ilham langsung amruk diatas tubuh chelsea.
ilham membereskan anak rambut didahi chelsea, dan mengecupnya kembali. menyeka air mata disudut mata chelsea.
" thanks.." senyumnya.
" tolong, bangun dari tubuh aku.., berat."
ilham tersenyum dan berbaring disamping chelsea, ia masih menutup tubuhnya dengan selimut. chelsea menarik nafasnya, matanya hampir saja terlelap.
" jadi ini yang disebut siksaan kata si Mia.." gumamnya lembut melihat wajah ilham juga kelelahan.
" Apa?"
chelsea senyum sambil menahan rasa kantuk yang mulai menyerang matanya, mia bilang kalau malam pertama ini adalah siksaan. ilham tersenyum lebar dan memeluk chelsea kembali, ia terus mengecup pipi chelsea. chelsea tidur dalam bahu ilham sebagai bantal, chelsea sudah terlebih dulu mengatupkan matanya masih diusap lembut oleh ilham, selang beberapa detik ia juga tertidur.
***
Pagi sudah menunjukan waktu delapan pagi, Ilham sudah tidak ada di tempat tidur, chelsea melihat tirai sudah mulai dimasuki matahari pagi, ia mengusap matanya dan masih menutupi tubuhnya dengan selimut, ia sadar ada bercak darah di sepreinya , kimono dan handuknya sudah ditata rapi oleh ilham disamping tempat tidur.
" sudah bangun.."
" kenapa ngak bangunin?"
" Kasian, aku liat kamu nyenyak gak tega bangunin nya.."
" darimana?"
" nganter bapak ibu ke bandara, hari ini mereka cekout, tadinya mereka mau pamitan tapi liat kamu masih tidur mereka ngak mau ganggu.." ucapnya merah.
Chelsea hanya mengangguk saja.
" muka ku jelek gak kalo tidur?"
Ilham terbahak - bahak,
" Cukup unik.."
" Masa sih?"
wajah chelsea langsung merah,
" Kamu mau mandi?"
Ilham melihat chelsea memakai handuk kimononya, dan melihatnya mengangguk dengan rambut yang acak - acakan. ilham mempertegas langkahnya, dan menyambar tubuh chelsea.
chelsea menolak dan kucing - kucingan dengannya.
" wait, wait mau apa kamu.." chelsea menahannya. Ilham udah keliatan m***m lagi dan senyum lebar. " No..no...no..." teriak chelsea dan langsung Ilham gendong masuk ke kamar mandi berdua.
________________
Seperti yang di mimpikan, tiket hawai sudah expaired. akhirnya ilham memesan perjalanan ke labuan bajo, lalu stelah dari sana chelsea minta untuk pergi ke paris perancis bermalam dekat hotel menara eiffel. mereka menikmati hari demi hari di pantai labuan bajo, snorkling bersama. mengabadikan beberapa moment di i********: mereka dan kembali menikmati liburan panjang ke negara romantis paris.
malam di paris begitu indah, bulan ini tepat musim semi, cuacanya mulai hangat dan suasana kota paris perancis yang dipenuhi pejalan kaki dan pasangan membuatnya sangat bahagia, berjalan bergandengan tangan. melihat indahnya menara eiffel.
ilham memeluknya dengan mantel hitam melihat indahnya menara dan pesta kembang api disana, ia tidak pernah melepaskan pelukan hangatnya dengan senyum sumringah dari bibir mereka.
" kamu tau apa yang aku sesali..?"
chelsea menggeleng.
" kenapa aku tidak menikahimu daridulu."
" Ah, mulai lagi.. itu karena aku takut, aku mengecewakanmu."
" Tapi dulu aku pikir kamu yang tidak pernah bisa move on dari david."
Chelsea menggeleng,
"mencintainya dulu menjadikanku lebih hati - hati. kadang aku kembali berfikir lagi, jangan - jangan lelaki itu juga anak kakek ku atau anak om ku, atau anak papa ku diluar nikah.."
" seberapa besar cintamu dulu untuk david?"
" sebesar biji kuaci, paham.."
" ha..ha.."
" jujur aku takut memulai lagi, saat kamu beberapa kali melamarku, bukan aku ngak percaya, tapi aku terlalu takut merasakan sakit lagi, sakit karena kecewa, sakit karena rasa sayang itu berubah menjadi luka. aku harap kamu bisa selalu mencintaiku?"
" ng, kalau kamu jujur mungkin keadaannya gak rumit."
" kamu tau acara penobatan itu? sejak kamu melamarku, itu menjadi hal yg paling indah, kamu ngak malu mengakui perasaanmu disepan semua orang, kamu juga bercerita mimpimu memiliki sebuah keluarga kecil, jujur aku bahagia..jantungku hampir copot memikirkannya.."
Ilham mengangguk.
" Kita makan malam, setelah itu kita.."
" kita ..apa???"
Ledek chelsea..
" yah..kita...ng...itu..."
" Apa...apa...ap..apa..ap...."
mereka berdua tertawa saling meledek menuju jalan pulang kembali ke tempat singgah mereka di paris, berjalan dipenuhi banyak cahaya lampu indah dan kembang api yang masih terus diletuskan indah.
****
( selesai...terima kasih ya..yang udah minta part honeymoon, meski authornya mikir ini sambil merinding disko digodain sama suami, sampai ketemu lagi... dalam cerita lainnya. next aku minta komentarnya ... see u dalam karya lain.)