bab 11 memori yang tersimpan

836 Kata
Bab 11 Memori yang tersimpan. *** Hari ini dokter David mengajukan cuti dadakan, katanya seminggu ini ada perihal penting yang mau diselesaikan, salah satu petugas UGD menjelaskan alasannya kepada dokter yang mengantikan tugas david. Dokter Tino hafal betul alasan david refreshing seminggu ini, karena setelah kepulangannya dari luar negeri memperdalam ilmunya ia tak pernah lepas mencari tahu tentang chelsea dan bagaimana kabarnya. Apa yang David lakukan hari ini adalah untuk menemukan kembali perasaanya hatinya dan kembali kepada hidup jauh sebelum chelsea datang dalam hidupnya. Perjalanan mendaki gunung tidaklah mudah, ia mengingat jalur pendakian ke cibodas agar sampai ke puncak gunung edelweis. janji yang pernah David berikan ketika mereka bersama adalah ia ingin melamarnya dipuncak gunung bersama dan berkemah malam hari hanya berdua saja, menikmati matahari terbit dan tenggelam bersama. namun impian itu kandas di empat tahun lalu. ia menaikan alisnya menahan kenangan demi kenangan yang muncul di pendakian ini. wajah Chelsea yang tidak pernah bisa hilang saat ia gendong dan mendengarkan deguban jantung kencangnya, itu pertama kali ia berbohong kepada seseorang agar ia tidak diketahui perasaannya. Ia teringat bagaimana cantiknya Chelsea dengan bibir manyunnya dan tatapan benci karena disebutnya penguntit, kenangan itu muncul bersamaan dengan senyuman ceria dengan jaket warna merah muda dan kupluk putihnya. David melebarkan senyuman tanpa sadar mengingat itu kenangan mereka berdua. lalu kembali ia memarik nafasnya dalam. David kembali melangkahkan kakinya satu demi satu naik tangga untuk mencapai puncak pangrango, ia mengendongnya tanpa letih, meski sesekali chelsea mencuri tatapan malu. dan menunduk menahan nafasnya dalam. ia masih ingat aroma shampo bunga rose yang paling dirindukan. saat angin meniupkan semilirnya ketika puncak edelweis. wajah itu terus tersenyum melihat hamparan indah bunga edelweis dan menikmati semilira nagin sejuk pegunungan. wajah Chelsea masih berdiri dengan memejamkan matanya, dan merentangkan tangannya merasakan udara lembuat yang menabrak tubuhnya dan menerbangkan semua rambutnya. David berdiri ditempat yang sama memandanginya lalu membuka mata sayu miliknya dengan senyumnan sumringan berucap. " terima kasih, dave." Yang akan David lakukan saat ini adalah bukan menghindar bayangan itu tapi mendekatinya, ia menghampiri Chelsea yang berdiri didepannya dengan senyuman manis menunggunya datang menghampirinya untuk dipeluk. David mendekat ia membuka kupluk yang sama yang dipakai saat 4 tahun lalu. " Aku mencintaimu, chel. sampai hampir tulang - tulangku remuk, hatiku hancur, mataku buta dan pikiranku gila. aku tau kamu begitu terluka karena kenangan indah kita, dimulai dari puncak ini aku membawamu hingga kita menuai bunga indah. tapi.. ada yang belum kamu tau, bagaimana aku tersiksa jauh dari kamu, mencoba membenci kamu, mencoba membunuh kamu dari pikiranku, mencoba menyakiti kamu agar kamu membeciku? tapi, aku tau kamu menderita mungkin lebih menderita dari aku, aku tau aku egois ketika melihatmu dengan orang lain, hatiku hancur, hatiku terluka, tanpa terasa aku menangis.." Chelsea mengelus rambutnya dan mengelap airmatanya. " chel, aku tau tuhan tidak mentakdirkan kita bersama, aku mau kita menangis bersama - sama waktu itu. waktu kamu dengan gaun merah yang indah untukku karena kamu mau kalau kita mengumumkan kita pacaran, tapi dirumah itu kamu malah menjadi orang yang paling terluka karena aku?" Chelsea mengangguk dan menangis bersama david. ia memeluknya. " Maafkan aku chelsea, maafkan aku chel, seharusnya aku minta maaf padamu 4 tahun lalu agar aku tidak tersiksa seperti ini, maaf ..chel. aku tau kamu berhak untuk bahagia setelah aku bertunangan dengan Rani, orang yang terus mengusik hidupmu dari dulu, aku memang bodoh menuruti semua perkataan si tua bnagka itu." Chelsea senyum dan mengangguk memandangi wajah david yang penuh uraian air mata. mengusapnya lembut perlahan. " Mulai hari ini, aku ngak akan membawamu turun. aku ngak akan memegang tanganmu, aku ngak akan bilang lagi kalau aku mencintaimu, mulai saat ini .. aku melepaskanmu untuk Ilham.." Chelsea menangis, ia mulai menjauhi david. ia terisak dan melangkah mundur dari pandangan david. " pergilah...aku ikhlas, chel.." Chelsea kembali menggeleng, ia menghampiri kembali David, david mengeleng. " Jangan, kamu harus bahagia..., mulai hari ini aku pamanmu chel, Paman david mu CHELSEAAAAAAAA...." Teriak David dan membuat Chelsea dalam memorinya berlari menjauh dan pergi dari pikiran david. ia menunduk dan menelungkupkan kepalanya dilututnya. dan menangis sejadinya, menahan tangis elama 4 tahun, menahan kerinduan selama itu dengan hati yang terluka. David kembali teriak dan memaki dirinya, mengutuk perasaanya. sejenak ia memandang awan dan memejamkan matanya, mengeluarkan sebotol minuman lalu meneguknya , menjatuhkan diri diantara rerumputan. ia tertawa menyadarinya sudah gila, mengelap kedua sudut matanya. Entah berapa lama ia tertidur setelah menertawakan dirinya, ia membuka mata dan mulai memasang tenda, beberapa tenda di sisi sudut lain sudah terpasang. ia tersenyum kepada beberapa orang dan menawarinya kopi. ia duduk dikursi lipatnya menunggu matahari akan segera tenggelam menikmati janji yang ingin ia tepati, mengakhiri sebuah kenangan dengan matahari yang tenggelam. " Chel, setelah malam ini. kamu pergi ya..." Chelsea dalam memorinya sembab karena menangis, ia mengusap pipi chelsea. mendekatkan gelas kopinya dipipi wanita bayangannya. " aku akan menghangatkanmu, jika kamu butuh aku, aku akan melindungimu jika kamu butuh aku, aku akan selalu ada didalam hati paling dalam kamu.." Chelsea mengangguk, david mengecup keningnya. " pergilah, jangan pernah kembali lagi.." Chelsea melambaikan tangannya, dengan senyuman. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN