Vero memasuki rumah, menyalakan lampu yang membuat penglihatannya kian menjelas. Ia simpan sepatu ke dalam rak, menenteng tas kantornya menaiki tangga sambil menoleh jam dinding di ruang tamu. Tepat jam 12 malam. Sintia dari kemarin pergi ke panti asuhan untuk mengurus beberapa bantuan yang setiap bulan keluarga mereka berikan kepada anak yatim, sementara Ibrahim seperti biasa berada di kantor sampai pagi. Sedangkan Sahira pasti sudah tidur di jam seperti ini. Vero melewati kamar Sahira, pintunya tertutup rapat dan tidak ada suara apa pun. Mungkin benar, gadis itu sudah terlelap karena besok harus ke sekolah. Untuk memastikan keadaan adiknya, Vero membuka pintu kamar Sahira yang ternyata tidak dikunci. Lampunya dimatikan total, tetapi Vero masih dapat melihat siluet dari adiknya yang terl

