"Ini cokelat buat lo." Kanza menyimpan sekotak cokelat di meja Sahira, duduk disampingnya dan membuat gadis itu terkejut lalu menolehnya. "Makasih ya kemarin lo udah bantuin gue waktu kambuh asma. Kalau bukan karena lo, mungkin gue udah gak ada sekarang," lanjutnya sambil tersenyum. Sahira menjawab kaku, takut salah bicara, "Sama-sama. Lagian itu cuman kebetulan aja aku ada di sana." "Oh iya, gue minta maaf juga atas semua kelakuan gue selama ini. Gue emang gak tahu diri, padahal temen pertama gue di sekolah ini lo," ucap Kanza bersalah. "Aku gak pernah anggap kamu punya salah sama aku, Za. Kenapa harus minta maaf, kita tetap berteman kok sampai sekarang." Kanza menunduk, merasa malu. "Lo baik banget ya, Ra. Gue jelas udah salah banget sama lo. Maafin gue." "Aku bakalan maafin kamu, t

