Sahira meraih jaket dari dalam lemari. Memakai jaket panda tersebut dengan terburu-buru kemudian mengambil payung diujung pintu. Dia mengendap-endap menyusuri lorong rumahnya yang gelap, menuruni tangga sambil menoleh kanan-kiri waspada. Malam ini, Orang Tuanya ada di rumah, begitu juga dengan Vero. Jika ketahuan, Sahira akan dimarahi habis-habisan karena mencoba keluyuran tengah malam. Sahira membuka payung lebar-lebar, berjalan keluar gerbang kemudian berlari beberapa detik agar cepat menjauh dari rumahnya. Malam ini, jam 12 dia menerjang hujan yang turun semakin deras lengkap dengan petir yang menggelegar kencang. Gadis itu berteriak setiap kali deruan air itu bercampur dengan angin, ketakutannya terhadap hujan dan petir ia lawan hanya demi Bara. Suara Bara yang begitu parau, putus as

