Pov Kenzo “Sorry.” Aku melepas tubuh Diva yang tadi begitu dekat. Bahkan harum tubuhnya tercium ke indra penciuman dan begitu melekat. Aku hanya menolong dan reflek, tak ada maksud apapun. Bang Iqbal menatap ke arahku dengan pandangan yang menelisik. Ya, aku tahu diri. Diva sudah jadi istrinya saat ini. Kejadian tadi reflek dan di luar kendali. “Kamu gak apa-apa, Va? Hati-hati, dong!” Mama yang bangkit dan menghampiri Diva. Sementara itu, aku lekas duduk kembali dan fokus pada piring yang ada di depanku. “Mau tambah lagi, Mas?” Suara Adzkya terdengar lembut. Satu sentuhan pada punggung tanganku membuatku menoleh padanya. “Enggak.” Aku menjawab singkat tawarannya. “Piring kamu sudah kosong soalnya,” tukas Adzkya. Aku baru sadar, sejak tadi aku memegang sendok dan garpu pada pi

