Bab 50

1549 Kata

Pov Diva Benda pipih yang baru Mas Iqbal beli itu sudah di tangan. Hanya saja aku masih ragu untuk mengetes. Masa iya, hanya karena Mas Iqbal pengen mangga muda, lalu aku hamil? “Besok saja, ya, Mas.” Aku menoleh padanya yang tengah memakan rujak petis mangga. Ya ampuuun, malam-malam begini coba. Bahkan gigiku sudah terasa ngilu ketika membayangkannya. “Yah, kenapa gak sekarang, sih, Va?” Dia menoleh padaku sambil menyuap potongan mangga muda segar itu ke mulutnya. Wajahnya tampak sangat mengharap. Hati yang ragu apakah aku hamil atau tidak menjadi penyebabnya. Aku tak mau kecewa. Dulu juga beberapa kali test, hasilnya hanya garis satu. “Katanya kalau mau ngetes tespeck itu sebaiknya urin pagi, Mas. Itu lebih akurat. “Oh gitu … ya sudah kita maksimalkan ikhtiar dulu kalau gi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN