Wanita itu adalah Kamu (2)

1138 Kata

Zafran menatap tak suka pada Damar ketika lelaki itu berpamitan pulang. Tatapan Zafran tajam, seperti siap membunuh kapan saja. Bahkan setelah lelaki itu benar-benar pergi, Zafran masih kesal sendiri. Ia kini duduk di ruang tengah dengan suasana hati yang memburuk. "Eh loe kenapa?" Shiren yang melihat Zafran ditekuk wajahnya, merasa bingung. Zafran terdiam, memilih tak menanggapi pertanyaan Shiren. Sebagai gantinya, aura wajahnya menunjukkan jejak kedinginan. "Zaf? Loe nggak punya hutang judi kan?" Shiren khawatir. Dia duduk di sisi Zafran, pikirannya campur aduk. Bayangan tentang Zafran yang terjebak rentenir menari-nari di otaknya. Mustahil Zafran menyia-nyiakam hidupnya seperti itu 'kan? Melihat penampilan Zafran yang kian menggelap, kekhawatiran Shiren jadi semakin meluap. "Z

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN