"Damar! Gue buatin teh, soalnya kopi udah habis. Besok gue mau stok aja dan beli kopi baru. Teh buatan gue juga sama enak—" Shiren yang membawa dua mug teh panas berhenti mendadak di tempatnya berdiri saat ia melihat Damar dan Zafran di ruang tengah saling berhadapan dengan posisi yang ambigu. Dua lelaki itu saling berpandangan, menatap satu sama lain, dengan jarak yang sangat dekat. Pikiran sehat Shiren mulai terkontaminasi oleh tebakan-tebakan kotor. "Ada apa sama kalian? Apa gue melewatkan sesuatu?" Shiren bertanya curiga. Dia meletakkan mug di atas meja dan menatap kedua lelaki yang berdiri tak jauh darinya. Mata Shiren dipenuhi rasa ingin tahu. "Nggak ada! Gue cuma ngobrol aja sama suami loe!" Damar mundur teratur, menjauh dari Zafran. "Kalian berdua … nggak saling tertarik ka

